oleh

Pemkab Halbar Tuntut Nikolaus Rp. 20 Miliar

-Hukrim-1.376 views
Kuasa Hukum Pemkab Halbar, Arnold Musa

JAILOLO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) melalui Kuasa Hukumnya Arnold Musa kembali menggugat Nikolaus Tangayo ke Pengadilan Negeri (PN) Ternate.

Gugatan yang disampaikan Kuasa Hukum Pemkab Halbar ke PN Ternate, Rabu (27/2) itu, karena tergugat Nikolaus Tangayo melalui kuasa hukumnya Freizer Giwe mengajukan gugatan kepada Pemkab Halbar dan Provinsi dengan nomor gugatan 36/pdt.G/2018/PN.Tte saat ini belum diputuskan oleh PN ternate, namun kuasa hukum Nikolaus menyebutkan bahwa PN ternate telah menghukum Pemkab Halbar dan Provinsi sebesar Rp 11 miliar.

Gugatan nomor 36/pdt.G/2018/PN.Tte yang disampaikan oleh kuasa hukum Nikolau Tangayo itu, tidak punya dasar hukum yang jelas, karena Nikolaus sendiri sudah pindah partai dari Partai Hanura ke Partai Demokrat dan saat ini telah ditetapkan sebagai Calon Anggota DPRD Provinsi dapil Ternate-Halbar.

”Nikolaus tidak lagi menjadi anggota Partai Hanura, namun dirinya menggugat Pemkab dan Partai Hanura atas PAW yang dilakukan sejak 2016 silam, jadi sangat keliru dan tidak mendasar,”tegas Arnold kepada wartawan, Rabu (27/2/19).

Arnold menambahkan, atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Nikolaus Tangayo, maka secara tidak langsung menimbulkan kerugian Inmateril bagi penggugat dalam hal ini Pemkab Halbar dan Partai Hanura, olehnya itu, tergugat dalam hal ini Nikolau Tangayo harus dihukum untuk membayar ganti rugi yang dialami oleh para penggugat sebesar Rp. 20 miliar.

”Kita sudah ajukan gugatan ke PN Ternate, kemarin dengan tuntutan Nikolaus harus membayar ganti rugi Rp. 20 miliar,”tegasnya.

Arnol mengaku, setelah gugatan tersebut disampaikan, direncanakan pada 6 Maret mendatang dilakukan sidang mendengarkan jawaban dari pihak tergugat atas gugatan yang telah disampaikan ke PN Ternate.

”Proses sidang dijadwalkan 6 maret,”jelasnya.

(Bz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *