
MOROTAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, nampaknya bergerak cepat mengatasi ambruknya sejumlah jembatan akibat hantaman banjir beberapa waktu lalu.
Sejumlah jembatan penghubung yang ambruk akibat hantaman banjir itu, tersebar dibeberapa desa diantaranya, Kecamatan Morotai Utara (Morut) di Desa Lusuo, Kecamatan Morotai Jaya (Morja) Desa Towara, Loleo, Aru dan Sopi.
“Sejumlah jembatan yang ambruk itu anggarannya sudah ada melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp. 200 miliar, sehingga pada bulan Maret mendatang, pekerjaan sudah bisa dilaksanakan,”ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abubakar A. Radjak ketika dikonfirmasi Senin (4/2/19).
Kepastian pembangunan itu, kata mantan Kadis PU Halteng itu, setelah pemantauan dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Dinas PUPR, BPBD dan Disperkim beberapa waktu lalu, sehingga proses pembangunan diprioritaskan, dan masyarakat tidak kesulitan.
“Anggaran Rp 200 miliar bukan saja difokuskan pada pembangunan jembatan di Kecamatan Morut dan Morja, tapi di Kecamatan Morotai Selatan (Morsel) juga pembangunan jembatan menggunakan anggaran tersebut,”katanya.
