oleh

Penambang Nyaris Tewas, Keluarga Korban Sesali Sikap Pemilik Lahan

-Kabar Utama-2.683 views
Korban Mustain Cun, Saat Ditemui Dirumah Saudaranya di Desa Tomori, Kecamatan Bacan. [ Foto : IL/Fokus Malut ]

LABUHA – Seorang pekerja tambang emas di Desa Anggai Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) nyaris tewas akibat tertimpa batu besar saat berada dalam lubang.

Tim Focus Malut mendapat informasi tersebut dari salah satu masyarakat Desa Anggai yang enggan disebutkan namanya. Kemudian melakukan investigasi lapangan dan mengetahui bahwa korban bernama Mustain Cun (30) warga Desa Indong yang saat ini menjalani perawatan di rumah saudaranya di Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan.

Saat ditemui, Korban Mustain Cun tampak tergeletak tak berdaya akibat tangan kanannya hancur tertindas batu besar.

Jusran yang juga teman kelompok kerja korban mengisahkan peristiwa itu terjadi pukul 07.00 Wit, Senin pagi saat korban tengah bekerja didalam lubang galian tambang.

Saat yang bersamaan, Jusran turun ke dalam lubang untuk melakukan aktifitasnya, namun sesampai kedalam lubang ukuran 200 meter dia mendengar ada teriakan meminta tolong.

“Mustain (korban-red) turun ke lubang itu masih pagi sekali, saya sendiri orang kedua yang turun menyusulnya dan memang kondisi dalam lubang itu gelap. Saat sampai ke lokasi itu saya dengar ada teriak minta tolong. Saya mengarahkan senter ke setiap sudut barulah ditemukan Korban tergantung dalam posisi terjepit batu besar, ” kisahnya.

Hal ini dibenarkan Darsun yang juga teman kelompok pekerjaan lubang tambang tersebut. Dar sapaan akrabnya menceritakan, saat itu juga Jusran keluar dari lubang dan memberitahukan bahwa Mustain (korban) tertindas batu besar dan dalam posisi tergantung.

Berkisar beberapa jam kemudian, lanjut Darsun akhirnya korban berhasil dievakuasi oleh rekan-rekannya. Tepat pukul 12 siang itu, korban dilarikan ke Puskesmas Laiui namun karena luka ditangannya cukup serius sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha.

Akibat kejadian ini, Cun M Dali (orang tua korban) sangat menyesali sikap yang ditunjukan oleh pemilik pribadi lahan tambang sebut saja, Abu Ali, Ati Lapua dan La Idi.

Pasalnya, mereka tidak pernah memberikan perhatian khusus kepada karyawan kerjanya. Dia juga mengatakan, awalnya Abu Ali telah memberikan uang sebesar 5 ratus ribu untuk biaya pengobatan korban.

Menjelang satu minggu, orang tua korban merasa tidak mampu lagi untuk melanjutkan rawat inap anaknya di RSUD, “saya akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan anak saya dari RSU dan memilih mengobatinya dirumah. Hal ini dikarenakan terbatasnya biaya pengobatan,” cerita orang tua korban kepada media ini, Sabtu (16/11/2019).

Sampai saat ini, orang tua korban mengharapkan kepedulian dari pemilik pribadi lahan tambang tersebut. Mereka juga meminta kepada penegak hukum dalam hal ini Polres Halmahera Selatan untuk segera turun ke TKP guna menyelidiki kasus ini.

“Secepatnya kami akan melaporkan kejadian ini ke penegak hukum dan meminta secepatnya turun ke TKP agar menyelidiki kasus ini,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Halmahera Selatan, AKBP M Faishal Aris, S. IK, MM, melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) IPTU Dwi Gastimur Wanto S.I.K, mengatakan pihaknya baru mengetahui informasi ini dan segera didalami.

“Informasi ini kami baru ketahui dan segera didalami, ” singkatnya

Hingga berita  ini dipublish, pemilik lahan tambang belum berhasil dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut.  [ IL Fcs ]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *