oleh

Pernyataan Ibnu Soal Menghilangkan Sektor Pariwisata Ditanggapi Diskominfo

-Daerah-1.267 views

Sahmi : Jangan Hilangkan Semangat Masyarakat

Sekretaris Kominfo Halbar, Sahmi Salim

JAILOLO – Usulan Wakil Ketua I DPRD Ibnu Saud Kadim yang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) menghilangkan sektor Pariwisata ditanggapi oleh Dinas Kominfo, Kehumasan Statistik dan Persandian.

Kepala Dinas Kominfo, Kehumasan Statistik dan Persandian, Chuzaemah Djauhar melalui Sekretarisnya Sahmi Salim kepada wartawan Sabtu (16/3/19) menyatakan, usulan wakil ketua I DPRD Ibnu Saud Kadim untuk menghilangkan sektor pariwisata yang saat ini masuk sektor prioritas Pemkab Halbar, secara tidak langsung  mematikan semangat masyarakat Halbar dalam membangun potensi wisatanya seperti masyarakat Bobanehena, Tuada dan Lako Akelamo, karena saat ini hampir sebagian masyarakat di tiga Desa tersebut lagi gencar gencarnya untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Desa masing-masing.

”Kalau alasan keterbatasan anggaran, pak Ibnu harusnya tidak boleh meminta Pemkab menghilangkan fokus pembangunan pariwisata, tapi pak Ibnu selaku anggota DPRD harusnya bersama Pemkab mendorong akselarasi pariwisata  Halbar ke Pusat, karena sektor pariwisata bukan saja menjadi fokus Pemkab, tapi juga menjadi fokus Pemerintah Pusat,”tegas Sahmi.

Sahmi menegaskan, pembangunan sektor pariwisata Halbar bukan saja terfokus pada potensi alam, tapi dari sisi seni dan budaya juga sudah mendunia, sehingga tidak heran, jika putra putri terbaik Halbar pernah di undang khusus untuk tampil di istana negara pada saat perayaan HUT RI tahun 2018 lalu, saat ini juga festival teluk Jailolo adalah salah satu festival yang tercatat dalam calender of ivent kemenpar RI, serta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program Indonesiana juga turut ambil andil pada pelaksanaan Festival Teluk Jailolo (FTJ) yang akan dilaksanakan pada Juni mendatang.

Baca Juga:  Masyarakat Halbar Mulai Jadikan Jagung Sebagai Program Primadona

”Pak Ibnu selaku wakil rakyat jangan hanya melihat dari sudut pandang anggaran, tapi harus dilihat dari semangat masyarakat dalam rangka mengembangkan potensi wisata. Apakah keinginan masyarakat Bobanehena, Tuada dan Lako Akelamo yang saat ini lagi gencar membuat spot wisata harus dihilangkan,”tanya Sahmi.

Mantan Kabag Humas Pemkab Halbar berharap, jangan atas dasar kepentingan politik, masyarakat harus dikorbankan, sehingga semua stakeholder harus bersama sama untuk mendorong program yang telah dicanangkan oleh Pemkab.

Selain itu, atas upaya Bupati Danny Missy di Kementrian Pariwisata, saat ini sektor pariwisata mendapat kucuran anggaran DAK dari Kemenpar, jadi Ibnu selaku wakil rakyat tidak boleh berkecil hati disaat masyarakat dan pemkab gencar mendorong sektor pariwisata.

”Saat ini sektor Pertanian dan Perikanan sudah mulai berkembang dan potensi wisata juga sudah berkembang, jadi kalau diminta untuk dihilangkan sangat tidak logis,”pungkasnya.

(HB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *