oleh

PT Perikanan Nusantara Cabang Bacan Ekspor 50 Ton Ikan Cakalang Beku Ke Jepang

-Daerah-1.239 views
Pemotongan Pita Oleh Dirut PT Perikanan Nusantara (Persero), Bupati Halsel Disaksikan Gubernur Maluku Utara dan Jogugu Kesultanan Bacan. [ Foto : IL/Fokus Malut ]

LABUHA – PT Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Bacan, akhirnya dapat mengekspor ikan beku jenis Cakalang sebanyak 50 ton ke Jepang. Ekspor Ikan dari Pelabuhan Babang, Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara ke Kanematsu Corporation Jepang pada 8 November 2019.

Ekspor Perdana oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Bacan tersebut di tandai dengan acara cerimoni di Pelabuhan Babang, Kecamatan Bacan Timur, Jum’at (08/11/2019) .

Acara ceremonial ekspor perdana tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PT. Perikanan Nusantara M Yana Aditya, Direktur Keuangan, SDM dan Umum Henda Tri Retnadi, J. Ronald Abraham Direktur Operasional dan Pemasaran PT. Perikanan Nusantara (Pesero), Gubernur Maluku Utara, KH Abdul Gani Kasuba, Bupati Kabupaten Halmahera Selatan Bahrain Kasuba, Forkompimda, Jogugu Kesultanan Bacan, Pimpinan SKPD, Dandim, Kapolres Halsel, Bea Cukai serta jajaran pejabat setempat lainnya.

Dalam sambutannya, Dirut PT Perikanan Nusantara, M Yana Aditya menjelaskan acara ekspor perdana yang dilaksanakan sejalan dengan program pemerintah daerah Halmahera Selatan yang mana merealisasikan ekspor perdana dari Pulau Bacan.

Ekspor perdana ikan Cakalang dari PT Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Bacan dilakukan sebanyak 50 ton atau 3 kontainer ukuran 20 feet dengan nilai ekspor sebesar USD 72.000.

Selain ekspor ke Jepang, kata Dirut M Yana Aditya, dilakukan pula pengiriman ikan Cakalang ke perusahaan perikanan dalam negeri menuju lokasi di Surabaya, Jawa Timur sebanyak 100 ton.

“Dengan ekspor di Pelabuhan Babang ini, kami mengharapkan terjadi sinergi antara Pemda, Pemprov juga BUMN, sehingga menghasilkan ekosistem bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Halmahera Selatan,” sebut Yana Aditya.

Kemudian Yana Aditya juga mengatakan, selain ekspor ikan Cakalang ke Jepang, ada juga ekspor gurita ke perusahaan Jepang Ajirushi Inc, dengan nilai sebesar USD 169,5 ribu yang terdiri dari Frozen Octopus.

Selain Jepang, PT. Perikanan Nusantara (Persero) juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa negara antara lainnya negara Singapura, Malaysia, China, Thailand, Vietnam, Filipina dan Amerika Serikat.

“PT Perikanan Nusantara (Persero) juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa negara antara lainnya negara Singapura, Malaysia, China, Thailand, Vietnam, Filipina dan Amerika Serikat,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Halsel, Bahrain Kasuba, dalam sambutannya mengatakan, melalui acara ekspor perdana ini, tentunya dapat memberikan tanda atau simbol yang cukup kuat kepada pemerintah kabupaten Halmahera Selatan, karena sektor pembangunan di bidang kelautan dan perikanan akan tumbuh dan berkembang kembali serta memiliki nilain ekonomi di masa mendatang untuk kemakmuran masyarakat Halmahera Selatan terutama para nelayan.

Selain itu Bupati juga mengatakan bahwa hal ini akan menggenjot pendapatan asli daerah (PAD), “tentunya hal ini memberikan simbol yang cukup kuat karena sector pembangunan di bidang kelautan dan perikanan akan tumbuh kembali di masa akan datang, hal ini kan memicu pertumbuhan ekonomi bagi masyarakatn dan akan menggenjot pendapatan asli daerah (PAD)” ucap Bahrain.

Dalam kesempatan itu Bupati Bahrain Juga mempresentasi sumberdaya alam di Kabupaten Halmahera Selatan  itu wajib di manfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan negara dan masyarakat terutama masyarakat yang berada di Kabupaten Halmahera Selatan.

Selanjutnya, Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba, mengatakan Maluku Utara sebagai lumbung ikan nasional, namun sayangnya dengan potensi sebesar ini, belum mampu secara maksimal meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, terutama kehidupan para nelayan.

Pemerintah daerah sejauh ini terus melakukan berbagai upaya guna mendorong peningkatan sektor perikanan, salah satunya mengembangkan kembali industri perikanan dibawah PT Perikanan Nusantara (Persero) Cabang Bacan.

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan beberapa hari yang lalu dirinya telah bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta.

“Banyak hal yang kami bicarakan terkait potensi kelautan yang ada di Maluku Utara, Sesuai dengan program menteri setiap desa harus ada pos-pos perikanan yang dibangun dan di awasi dengan baik sehingga mampu meningkatkan taraf hidup nelayan dan peningkatan PAD,” imbuhnya.

Gubernur juga berkeinginan pada ekspor ke dua nanti diupayakan dihadiri langsung oleh Presiden dan Menteri Kelautan dan perikanan, “InsyaAllah Bapak Presiden dan Pak Menteri bisa menghadiri pada ekspor yang kedua nanti,” harapnya.

Terpisah, Branch Manager PT Perikanan Nusantara Cabang Bacan, Supono, menargetkan setiap bulan Perinus Cabang Bacan, memperoleh 200 ton ikan beku jenis cakalang.

“Kami memiliki kemitraan dengan 440 nelayan yang menggunakan ketinting dan 48 kapal milik nelayan dengan 600 mitra yang menjadi modal untuk merealisasikan target mendapatkan ikan cakalang yang akan di ekspor ke luar negeri,” kata Supono.

PT Perikanan Nusantara Cabang Bacan melakukan kemitraan dengan nelayan antara lain melalui penyediaan modal, bantuan BBM maupun es, untuk operasional para nelayan.

Dia juga berharap kedepannya Perinus Cabang Bacan makin sukses dan dapat melakukan ekspor yang berkelanjutan.

[ IL Fcs ]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *