oleh

Sempat Buron, Napi Narkoba Lapas Sorong Dibekuk BNNP Malut

-Hukrim-1.262 views
Tersangka KA alias Kurdi (23) Saat Diamankan Petugas BNNP Malut dan BNN Kota Tidore. [ Foto : IL/Fokus Malut ]

TERNATE – Buronan narapidana kasus Narkotika berinisial KA alias Kurdi (23) yang merupakan Napi pelarian dari Lapas Sorong akhirnya dibekuk petugas BNN Kota Tidore Kepulauan bersama petugas BNN Provinsi Maluku Utara, Minggu (15/12/2019)

Informasi yang dihimpun Focus Malut.com, menyebutkan, KA alias Kurdi (23) digrebek, Sabtu 7 Desember 2019 lalu, disamping pangkalan ojek Kelurahan Kasturian, Kecamatan Kota Ternate Utara dengan barang bukti 6 (enam) bungkus plastik bening kecil berisikan ganja kering seberat 9,52 gram yang ditaruh dalam pembungkus rokok.

Tiga hari paska penangkapan, BNN Provinsi Maluku Utara berkoordinasi dengan Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Maluku Utara, melalui Kalapas Kelas II A Ternate, Muji Widodo, M.H.

Setelah mendapatkan informasi dari Intelijen bahwa tersangka Kurdi (23) merupakan tahanan yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sorong Papua Barat.

Selanjutnya, berdasarkan surat Kepala Lapas Kelas II B sorong, Nunus Ananto, Perihal Permohonan Pemindahan Narapidana atas nama KA (23) tertanggal 13 Desember 2019, ditujukan kepada Dirjen Pemasyarakatan Cq. Direktur Pembinaan Latkerpo di Jakarta dan tembusannya ke Kakanwil Kemenkumham Papua Barat, Kakanwil Kemenkumham Maluku Utara, Kalapas Kelas II A Ternate dan BNNP Maluku Utara.

Berdasarkan surat tersebut, yang bersangkutan diamankan sementara di Lapas Kelas II A Kota Ternate, Maluku Utara sampai diterbitkan SK pemindahan dari Dirjen Pemasyarakatan.

Di hari yang sama, Jumat,13 Desember 2019, Kepala Lapas Kelas II A Ternate, Muji Widodo bersama petugasnya mendatangi BNNP Malut untuk menjemput tersangka dan diserahkan langsung oleh penyidik BNNP Malut, Mudjakir Syahdjuan.

Penyerahan dilakukan berdasarkan berita acara serah terima tersangka bertempat di ruang Bidang Pemberantasan BNNP Malut. Selain menjalani masa tahanan sampai kembali dipindahkan, Kurdi (23) juga akan menjalani rehabilitasi rawat jalan di Lapas Ternate karena saat ditangkap, yang bersangkutan di tes urine oleh petugas Klinik Pratama BNNP Malut, dan hasilnya positif zat THC atau ganja.

Untuk diketahui, tersangka merupakan pekerja swasta dan beralamat di Kelurahan Gamtufkange Tidore Kepulauan. Tersangka sendiri merupakan Napi yang melarikan diri bersama 258 Napi lainnya pada peristiwa 19 Agustus 2019 saat kerusuhan dan kebakaran di Lapas Kelas IIB Sorong.

Saat melarikan diri, Kurdi (23) telah menjalani masa penahanan di Lapas Sorong selama 2 (dua) tahun 3 (tiga) bulan. Tersangka ditahan bersama 3 (tiga) rekannya, berdasarkan putusan pengadilan Sorong ditandatangani Panitera PN Sorong, A.K. Rumodar tanggal 21 Maret 2018 atas pemufakatan jahat melakukan tanpa hak dan melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan Narkotika Golongan satu jenis Ganja yang beratnya melebihi 1 (satu) kilogram dan menjatuhkan hukuman penjara 6 (enam) tahun subsider Rp 800.000.000, (delapan ratus juta rupiah) atau pidana kurungan 6 (enam) bulan. [ IL FCM ]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *