oleh

Sikapi Ancaman Hoax, KNPI Malut Bersama OKP Cipayung Gelar Diskusi

suasana diskusi yang dipandu oleh Bahrun Mustafa

TERNATE – Bertebarannya berita Hoax atau informasih yang mengandung unsur kebohongan mengundang perhatian dari berbagai pihak, karena berpotensi membuat gaduh kondisi Bangsa yang sedang mengahapi tahun politik ini.

Berita Hoax atau kabar bohong yang sering viral di dunia maya membuat Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Maluku Utara, Thamrin Ali Ibrahm geram dan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak sembarang menerima bahkan ikut menyebarkan berita Hoax tersebut.

“Mewakili Pemuda Indonesia di Maluku Utara, saya geram dengan perbuatan segelintir orang kerjanya hanya menyebarkan Hoax yang berpotensi menyebabkan keresahan dikalangan masyarakat yang damai ini. Untuk itu saya harap masyarakat lebih cerdas untuk memilah berita atupun informasi yang benar dan salah,” ujar Jendral Pemuda Maluku Utara ini dalam diskusi yang digelar di kedai Militansi 78, Kelurahan  Ubo-Ubo, Sabtu (23/2/19).

Diskusi yang dipelopori oleh OKP Cipayunng Plus dan DPD KNPI Maluku Utara itu, bertema “Ancaman Hoax Dan Masa Depan Negara” menghadirkan pembicara diantaranya Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Ishak Naser, Kepala Dinas Komunkasi Dan Informatika Provinsi Maluku Utara (Malut),Burhan Mansur, Wakil Rektor III Universitas Khairun, Syawal Abdul Adjid, dan Kapolda Malut yang diwakili Dir Krimsus, Kombes Pol.Masrur.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Ishak Naser, mengatakan hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar namun dibuat seolah-olah benar adanya.

Bagi Ishak,  perlu disadari bahwa Hoax itu adalah propaganda, namun dalam proses politik di Negara mana pun, propaganda akan selalu ada.

“ Jika dalam proses politik, tentu setiap orang atau individu Ia tentu mau diyakini semua orang agar bisa dipilih, hanya saja dalam caranya itu, memplintir faktanya dan segala macam, sehingga berpotensi membuat hoax,” katanya.

Ketua DPW Nasdem Malut ini juga menyampaikan, sebagai orang yang beragama dan mempunyai  moral, tentu kita harus memperoleh kekuasaan dengan cara-cara elegan dengan tidak merebut kekuasaan dengan cara-cara hoax.

“ Kita egaliter betul dalam merebut kekuasaan, untuk apa merebut kekuasaan dengan harus membohongi publik yang merugikan orang lain, kalau begitu apa bedanya kita dengan hewan (binatang-maaf),” tegasnya.

Ishak juga mengutip, pepatah cina bahwa “jika anda menghidupkan satu benda, maka anda harus menggali dua kuburan, saya ingin bilang, jika anda menggali satu hoax maka anda harus menggali kuburan masal,” tutup Ishak.

Deklarasi bersama usai diskusi,  menolak Hoax dan Isu sara

Diakhir diskusi, Ketua KNPI Maluku Utara, Thamrin Ali Ibrahim menyampaikan, diskusi tidak akan berakhir samai disini, namun akan berlanjut pada Marat nanti.

Menurut dia, sebagai institusi Pemuda di Maluku Utara, tentu memiliki kewajiban dalam membantu pemerintah dan TNI/Polri dalam memerangi informasi Hoax yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan pemuda. Agar menciptakan kondisi yang aman,damai dan sejuk menjelang pileg dan pilpres 2019.

“ Kami dari KNPI Malut telah melaksanakan diskusi sebanyak 23 kali sebagai bentuk dari mengembangkan tradisi diskursus yang elegan dan mempertajam kualitas literasi kaum muda di Maluku Utara “ Tutup Thamrin

Selanjutnya dilakukan deklarasi bersama untuk menolak Hoax dan Isu sara.

 (fifi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *