oleh

Sukmawati: SP3 Habib Rizieq Bisa Ciptakan Generasi Yang Kualat, Durhaka Terhadap Para Pahlawan

-Hukrim-165 views
Sukmawati Soekarnoputri

Bandung – Sukmawati Soekarnoputri menyebut penuntasan kasus penodaan lambang negara Pancasila dengan tersangka Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq harus selesai di peradilan. Ia kembali menyinggung Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Polda Jawa Barat yang seharusnya tidak ada.

Sukmawati mengatakan dalam sidang lanjutan praperadilan, barang bukti yang diajukan masih cukup untuk mematangkan kasus tersebut.

“Sangat penting karena ini suatu pelecehan, penistaan, penghinaan kepada Presiden RI pertama Soekarno dan pejuang kemerdekaan tulen yang harus kita hormati dengan kata dan tutur,” ujar Sukmawati di Bandung, Kamis, 18 Oktober 2018.

Menurutnya, kasus tersebut sebagai bentuk pembelajaran bagi semua pihak untuk menghormati para pendahulu dalam menciptakan dasar negara, Pancasila. Bahkan, kata dia, jika kasus tersebut dibiarkan, dapat memberikan contoh buruk kepada generasi berikutnya.

“Jadi janganlah generasi penerus ini jadi generasi yang kualat, durhaka terhadap para pahlawan yang betul-betul untuk berjuang untuk kemerdekaan juga melecehkan Pancasila sebagai dasar negara,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan dalam sidang lanjutan, terdapat kejanggalan dari penyidik Polda Jawa Barat terkait kasus Rizieq.

“Sangat jelas ya terlihat sekali bahwa kejanggalan inkonsistensi dari penyidik sampai mengeluarkan SP3, kami menilai terbitnya SP3 itu aneh, tidak semestinya,” katanya.

Seperti diketahui, Sukmawati mengajukan praperadilan SP3 Polda Jabar dalam kasus dugaan penodaan lambang negara Pancasila dengan tersangka Rizieq Shihab ke Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung, Jawa Barat.

Sukmawati melalui penasihat hukumnya, Petrus Selestinus, menyebut keputusan Polda Jabar memutuskan SP3 di saat kasus sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jabar merupakan kejanggalan.

“Saat Polda mengeluarkan SP3, status tersangka terhadap Rizieq Shihab itu sudah diberikan (ke Kejaksaan) dan berkas juga sudah dilimpahkan ke Kejaksaan,” ujar Petrus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *