oleh

Sultan Baabullah Datu Syah Layak Jadi Pahlawan Nasional

-Kabar Utama-3.291 views
Deklarasi Sultan  Baabullah Datu Syah Sebagai Pahlawan Nasional

TERNATE – Majapahit dengan duet Hayam Wuruk dan Gadjah Mada-nya boleh saja mengklaim pernah menguasai sebagian besar wilayah Nusantara, bahkan hingga Semenanjung Malaya. Setelah era Majapahit berakhir, tidak ada kerajaan di Jawa yang mampu mengulang kejayaan itu. Tapi, tidak demikian halnya dengan di timur jauh sana.(Ternate)

Sultan Baabullah adalah penguasa Kesultanan Ternate dengan gelar Sultan Baabullah Datu Syah. tidak hanya mengusir orang-orang Portugis dari wilayahnya, tapi juga berperan besar dalam upaya syiar Islam di Kepulauan Maluku dan sekitarnya. Setelah Portugis ditendang, jumlah pemeluk Kristen di kawasan tersebut menurun drastis. Banyak orang Kristen yang diislamkan oleh Sultan Ternate itu (Jan S. Aritonang, Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia, 2004:39).

Sultan Baabullah Datu Syah tak main-main. Strategi tempur yang dirancang. Tak cuma berniat menghancurkan lawan di area sekitar Ternate saja, ia juga bertekad menghabisi orang-orang Portugis yang ada di seluruh Kepulauan Maluku. Ambon, Seram, Bacan, Banggai, Buton, Luwik, Sula, Halmahera, hingga Celebes dikondisikan untuk menyiapkan serangan besar-besaran. Tak hanya itu, Sultan Baabullah juga meminta bantuan Makassar, Jawa, hingga Melayu (Sumatera), untuk bersama-sama melenyapkan kaum kolonialis dari bumi Maluku. Sultan mengobarkan Perang Soya-Soya atau perang pembebasan negeri dengan menyiapkan 2000 armada perahu tempur beserta lebih dari 120.000 prajurit.

Sejak 1571, pos-pos Portugis di berbagai tempat dihancurkan. Benteng penjajah pun satu per satu dapat direbut, dari Fort Tolocce, Santo Lucia Fortress, hingga Santo Pedro, tinggal Sao Paulo yang tersisa. Baabullah memang sengaja tidak langsung menyerang benteng yang didiami de Mesquita sekaligus lokasi pembunuhan ayahnya (sultan Khairun) itu. (Bambang Budi Utomo, Warisan Bahari Indonesia, 2016:157).

Luas wilayah kekuasaan Kesultanan Ternate di era pemerintahan Sultan Baabullah juga semakin bertambah. Dengan mengusung misi Islamisasi, Sultan Baabullah berhasil menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil di Kepulauan Maluku.  Bahkan, di luar kepulauan tersebut, masih cukup banyak kerajaan yang akhirnya memilih bernaung di bawah panji-panji Kesultanan Ternate. Sultan Baabullah Datu Syah menempatkan perwakilannya yang disebut Sangaji di berbagai daerah, termasuk Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, juga di wilayah Timor Leste sekarang.

Deklarasi Sultan Babullah Sebagai Pahlawan Nasional

Dengan sejarah dan semangat Sultan Baabullah Datu Syah dalam mengusir Portugis di Nusantara. Tepatnya pada hari Rabu 26-27 Desember 2018 Keluarga Malamo Tarnate (KARAMAT) mengambil peran penting dengan Mendeklarasikan Sultan Babullah Datu Syah sebagai pahlawan nasional sekaligus Ziarah Makam-Makam Para Sultan Tarnate.

Kegiatan hari pertama dengan ziarah Kubu Lamo (Makam Besar) di Lingkungan Siko dan Kubu Sultan Baabullah di Puncak Foramadiahi. Hari kedua dilanjutkan dengan kegiatan Ziarah Kubur dan Deklarasi Sultan Baabullah di Pendopo Kesultanan Ternate. Rute kegiatan, peserta berkumpul di Sigi Heku Akehuda kemudian peserta berjalan kaki menuju Kadaton Kesultanan Ternate untuk mengambil bunga rampe dan melanjutkan perjalanan menuju Sigi Lamo berziarah di makam para Sultan Ternate dan makam Sultan Muhammad Ali di Kompleks Pemakaman Soa Sio. Rute selanjutnya peserta berjalan menuju Kadaton Kesultanan Ternate untuk melaksanakan pembacaan doa oleh Perangkat Kesultanan Ternate.

Kegiatan dilanjutkan dengan Deklarasi Sultan Baabullah Datu Syah sebagai Pahlawan Nasional. Pada kesempatan itu tarian perang soya-soya juga ditampilkan sebagai bentuk peringatan.

Rorasa Deklarasi Sultan Baabullah Oleh Hi. Rinto Tolangara

Rorasa menceritakan tentang keberhasilan Sultan Baabullah mengusir Portugis Tarnate. Sedangkan Abd Rahman Salam dalam laporan panitianya menyampaikan bahwa kegiatan ziarah kubur perlu dipertahankan sebagai ritual atau tradisi masyarakat Ternate dan dikembangkan menjadi wisata religi di Kota Ternate. Sementara Deklarasi Sultan Baabullah Datu Syah sebagai Pahlawan Nasional adalah momentum bersatunya Generasi Emas Ternate di era milineal dalam memperjuangkan sosok penguasa 72 Pulau dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.

Abdurrahman Salam menegaskan Sultan Babullah bukan hanya milik masyarakat Ternate, tetapi milik seluruh masyarakat Indonesia. Keikhlasan Kesultanan Ternate menyerahkan kedaulatan negeri kepada Negara harus diperhatikan oleh negara dengan memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Babullah. Keberhasilan Sultan Babullah menanamkan rasa percaya diri dan kebanggaan yang mempunyai nilai tersendiri.

Sultan Babullah berhasil membimbing rakyatnya mencari dan menemukan jati diri serta integritas masyarakat yang selama lebih dari setengah abad telah memudar dan nyaris lenyap.

Pembina Karamat Sukarjan Hirto, juga mengajak kepada seluruh masyarakat dan seluruh stakeholder untuk menjadi saksi diatas saksi perjuangan  Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional. Jika Sultan Baabullah rela menyerahkan nyawanya untuk negeri ini, maka sebagai penghargaan atas jasa beliau maka kami siap bertarung nyawa untuk memperjuangkan Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional.

Jou Ngofa Firmansyah Pihak Kesultanan Ternate, menyampaikan bahwa sangat mengapresiasi langkah KARAMAT dengan semangat mendorong Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional.

Dukungan Dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS)

Tak hanya mendapatkan dukungan dari KKSS, namun Paguyuban Palembang, KKB Sumatera Bagian Selatan (Sumbangsel), Gorontalo, FPK Gorap, Seram Timur, Dan Kapita Tahane, Cangga dari Tobelo Galela dan Sula Juga ikut mendukung dan mendeklarasikan Sultan Baabullah Datu Syah sebagai pahlawan Indonesia

“Kami dari KKSS Kota Ternate merasa bertanggung jawab dan berkeinginan memberikan kontribusi terhadap kegiatan ini. Selain itu, kami ingin lebih jauh membangun hubungan sosial dengan warga Ternate. Juga dengan warga lainnya,” ujar Kurdin Arifin, Sekretaris KKSS Ternate.

Berharap Presiden RI, Bapak Jokowi Dapat Mendengar

Dengan Darah akan kami tumpahkan demi Sultan Baabullah Datu Syah. Baabullah adalah Sultan yang berperan penting dalam mengusir portugis di tanah Nusantara. Sultan Baabullah tak hanya berperan dalam memerangi klonialis namun mengajarkan kami generasi saat ini akan arti penting membela tanah air, darah, harta dan keluargapun akan kami pertaruhkan. Olehnya itu Kami mendukung Pemerintah RI, Bapak Jokowi untuk menjadikan Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional.” Ketua KNPI Kota Ternate Sahroni A Hirto.

Dikesempatan itu, Kegiatan ditutup dengan Pembacaan Teks Deklarasi Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional oleh M. Ronny Saleh Presidium Madopolo KARAMAT yang dikuti seluruh paguyuban dan tamu undangan serta penyampaian testimoni yang diwakili oleh Perangkat Adat Kesultanan Ternate, Forum Pembauran Kebangsaan Kota Ternate,  Kapita Canga, Kapita Tahane, dan Komunitas Sanana, sebagai komitmen bersama mendukung Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional.

(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *