oleh

Temui Bupati Halteng, 71 KK Desa Tobaru Kesayangan Halsel Minta Pindah ke Halteng

-Daerah-2.452 views
Warga Foyatobaru Kesayangan saat di temui Bupati Edi Langkara dan wakil bupati Abd Rahim Odeyani di halaman kantor bupati

WEDA – Kecewa dengan sikap Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Bahrain Kasuba, sebanyak 71 Kepala Keluarga (KK) di desa Tobaru Kesayangan Kecamatan Gane Timur, menyatakan sikap pindah ke Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).

Kekecewaan warga itu bermula, ketika pada saat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak beberapa waktu lalu, Pilkades Desa Tobaru Kecamatan Gane Timur Halsel dinyatakan untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PUS) berdasarkan hasil putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Labuha, namun hasil putusan dari PN tersebut tidak ditindaklanjuti, malahan Pemkab Halsel dalam hal ini Bupati Bahrain Kasuba tidak mau melaksanakan PSU dan langsung melantik Kades yang masih bermasalah dan belum ada keputusan pemenang Pilkades.

”Ada 9 desa yang akan melaksanakan PSU, termasuk desa Tobaru kesayangan, namun Pemda Halsel melakukan intervensi, sehingga bukan dilakukan PSU tapi Bupati melantik Kades yang masih masuk dalam sengketa,”ungkap Dapri saat membacakan sikap 71 warga di halaman Kantor Bupati Halteng, Minggu (10/3/19) tadi.

Atas sikap Pemda yang terkesan melanggar aturan dan tidak mau mengikuti putusan Pengadilan, warga Desa Tobaru Kesayangan yang berjumlah 116 KK, 71 KK menyatakan sikap untuk pindah penduduk Desa Kluting Kecamatan Weda Selatan Halteng.

”Kami yang berjumlah 71 KK siap pindah dan tidak ada unsur paksaan dan atau intervensi dari pihak lain untuk melaksanakan pindah domisili dari kabupaten Halsel ke kabupaten Halteng,”tegas Dapri.

Baca Juga:  Ramaikan HJT, Ribuan Warga Ikut Parade Ternate Harmoni Tahun 2018  

Sementara Bupati Halteng Edi Langkara bersama Wakl Bupati Abd Rahim Odeyani saat menemui warga di halaman kantor Bupati menyatakan, Pemda Halteng menerima siapa saja yang ingin pindah ke Halteng, selagi masih menyandang status warga negara indonesia, namun semua itu, ada mekanisme dan aturannya.

”Atats tuntutan warga, kami akan melakukan rapat internal dengan DPRD dan tetap akan berkoordinasi dengan Pemda Halsel dan pemerintah provinsi,”katanya.

Edi juga menjelaskan, proses perpindahan penduduk harus ada administrasi pindah domisili dan administrasi pendukung lainnya yang harus dilengkapi dan untuk melengkapi semua itu butuh proses, sehingga warga harus bersabar.

”Pengurusan administrasi pindah penduduk butuh proses, jadi warga harus bersabar,”jelasnya.

Untuk diketahui, sampai saat ini 71 KK Desa Tobaru Kesayangan masih bertahan di kantor Bupati dengan mendirikan tenda serta membangun Dapur Umum untuk proses pembuatan makanan. Warga sendiri mengancam akan bertahan sampai status domisili mereka sudah dinyatakan pindah ke Halteng. 71 KK yang datang di kantor bupati, Minggu (10/3/19) menggunakan mobil truk empat unit, dari 71 KK itu, juga diikuti seluruh anak anak mereka, sehingga jumlah warga yang hadir di kantor bupati, sebanyak 143 orang.

(iLx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *