oleh

Wawali Tikep Bantah Lakukan Pemukulan Terhadap Aprima

-Kabar Utama-3.773 views
Wakil Walikota Muhammad Sinen Saat Melakukan ‘Press Confrencee’ Didampingi Kadis BPBD Iqbal Jaipono, Bagian Hukum dan Ham, Hj. Bonita Manggis dan Kabag Humas Asis Hadad

TIDORE – Wakil Wali (Wawali) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Muhammad Sinen membanta, dirinya bersama Kepala BPBD Ikal Saifono terlibat dalam insiden pengeroyokan terhadap Aprima Tampubolon (32) warga Dokiri, pada Selasa (9/7/19) lalu.

Bantahan tersebut disampaikan Wawali, Muhammad Sinen atau Ayah Erik, sapaan akrabnya saat menggelar konfrensi pers bersama awak media, pada Rabu (10/7/19) kemarin.

Menurut Wawali, sangat tidak mungkin seorang Wakil Wali Kota memukul masyarakat di kantor Wali Kota saat menyampaikan aspirasi terkait persoalan di tiap-tiap kelurahan, karena masyarakat saat menyampaikan aspirasi itu tetap dilayani.

“ Saya bukan tipe orang seperti itu, kalau dalam momentum-momentum yang lain seperti masalah politik mungkin saya lebih keras, tetapi untuk dalam tugas sebagai Wakil Wali Kota saya sadar benar bahwa saya ini adalah pelayan rakyat tidak mungkin saya melakukan tindakan-tindakan yang seperti yang di muat di beberapa media, ini sangat tidak mungkin,” Ungkapnya kepada wartawan di ruangan rapat kantor Wali Kota, Rabu (10/7/2019) pukul 13.30 WIT.

Ayah Erik menjelaskan terkait kejadian kemarin, saat itu dirinya bersama seluruh Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sedang melakukan pertemuan dan Wali Kota Capt. Ali Ibrahim juga sedang menerima tamu, saat pertemuan sedang berlangsung terdengar suara cekcok antara ajudan dan Aprima.

“ Saya lagi pertemuan dengan semua pimpinan SKPD terkait dengan persiapan GMC kemudian Pak Wali juga ada terima tamu, yang bersangkutan ini datang dengan anak kecil begitu dalam pertemuan disana sudah dengar ribut di ruangan wali kota. Dia adu mulut dengan ajudan walikota, bahkan bahasa yang dia sampaikan walikota dan wakil walikota gaji dibayar oleh rakyat di dalam ruangan wali kota terus ajudan dorong yang bersangkutan keluar dan dia duduk diluar,” jelasnya.

Usai pertemuan, Muhammad Sinen bersama Iqbal Jaipono selaku Kepala dinas BPBD dan sejumlah ASN Pemkot Tikep keluar kemudian ajudan Walikota yang diketahui namanya Sofyan menyampaikan bahwa ada masyarakat datang lapor masalah banjir.

“Selesai rapat, saya dengan Kadis BPBD keluar dan ajudan sampaikan ke Kadis ada masyarakat datang lapor masalah banjir dan Kadis pun duduk bersama dia, begitu Kadis duduk saya datang dan Kadis bertanya masalah apa dia bilang saya tadi datang di kamu punya kantor tapi kamu tidak ada, Kadis jawab saya ada rapat disini,” Ujar Wawali.

“Terus saya tanya ada masalah apa ? dia (Aprima-red) jawab kamu duduk disini menunjuk ke saya. Namun saya menjawab masalah apa dulu terus Kadis bilang itu Wakil Wali Kota dia pun menjawab persetan, kamu duduk, tapi saya tidak tanggapi bahkan saya senyum terus saya tanya kamu orang mana, dia jawab lagi saya orang Dokiri kemudian Kadis bilang kamu tidak kenal itu wakil wali kota dia jawab saya tidak kenal, kalian punya gaji samua ini kami yang bayar,” Terangnya.

Ayah Erik menyebut, Kadis juga merasa bahwa yang bersangkutan berbicara tidak sopan sehingga Kadis naik pitam.

“ Kamu ini tidak sopan Wakil Wali Kota kamu bicara begitu, lalu dia menjawab dengan nada kasar kepada Kadis, terus kamu mau apa. mendengar itu, semua kepala dinas datang kemudian ajudan, Satpol PP juga datang untuk amankan yang bersangkutan,” Ucapnya.

Ayah Erik menyebut, terkait tuntutan lokasi di rumah bersangkutan sebelumnya tidak seperti itu, namun ketika yang bersangkutan membuat rumah ada penggusuran sehingga posisi rumahnya lebih menurun. Bahkan ada satu saluran yang ditutup sehingga ketika hujan terjadi banjir.

Ia juga menambahkan, penyampaian Aprima dibeberapa media kemarin sangat bertentangan dengan apa yang terjadi.

“ Apa yang dia sampaikan di media, ini sangat bertentangan dengan apa yang terjadi kemarin dan ini adalah pembohongan, ini pencemaran nama baik dan saya tidak akan terima jika dia tidak buat permohonan maaf di media, saya akan laporkan ke polisi terkait dengan pencemaran nama baik” tegasnya.

Sementara itu Abdul Kader Bubu selaku tim hukum Pemerintah Kota (Pemkot) Tikep usai Press Confrencee dikantor Walikota, Rabu (10/7/2019) menyampaikan bahwa apa yang dilaporkan oleh pelapor (Aprima-red) itu tidak benar.

Pelapor juga diberi waktu selama 3 (tiga) hari untuk meminta maaf dihadapan publik karena tuduhan pemukulan terhadap dirinya itu tidak benar,

“kami beri waktu untuk minta maaf kalau tidak dilaporkan balik ke pihak penegak hukum dengan dugaan pencemaran nama baik” tandasnya.

(IL Fcs)

Komentar