oleh

Bawaslu Malut Geram Atas Tindakan Polres Kepsul

Kadiv Hukum dan Penindakan, Bawaslu Malut, Aslan Hasan.

Ternate – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang melakukan penangkapan dan penggrebekan terhadap sejumlah Tim sukses dari kandidat nomor urut 1 Ahmad Hidayat Mus dan DR Rivai Umar (AHM-RIVAI).

Peristiwa ini membuat Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Maluku Utara (Malut), geram dan meminta Polisi menghentikan tindakan intervensi kewenangan Gakkumdu.

Pasalnya, proses penangkapan yang dilakukan tersebut, semua berkaitan dengan dugaan pelanggaran pemilu.

1. Sudin Umahuk Tepat pada hari Sabtu, 13 Oktober, dilakukan penangkapan terhadap Ketua TKBM Sanan, Sudin Umahuk. Penangkapan dilakukan di kediaman Cagub AHM di Desa Mangon Kecamatan Sanana, Kepsul. Sudin ditangkap terkait laporan dari warga karena mempengaruhi para buruh di Pelabuhan Sanana untuk memilih pasangan AHM-RIVAI.

2. Kadis PMD Pultab, MS Alias Ulis. Kembali terjadi penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), MS alias Ulis, Saptu, 13 Oktober, penangkapan sendiri dilakukan dengan alasan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemkab Pultab tahun 2016-2017. Akan tetapi, berdasarkan informasi penangkapan tersebut, dilakukan aparat kepolisian disinyalir berkaitan dengan dugaan money politic.

3. Safrudin Umahuk alias Dino Umahuk Selanjutnya, pada hari Minggu, 14 Oktober sekitar pukul 18.00 WIT aparat kepolisian juga melakukan pengrebekan kamar salah satu tim Sukses AHM-RIVAI yakni Dino Umahuk. Di penginapan Widi yang terletak di Desa Mangon Kecamatan sanana, Kepsul. Dalam pengeledahan tersebut, Aparat kepolisian mengambil sejumlah dokumen terkait dengan daftar nama-nama relawan dari AHM-RIVAI.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *