oleh

Belum Aman, Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Harus Capai 60 Persen

-Politik-265 views

Jakarta – Hasil survei terbaru Litbang Kompas menyebutkan, capaian elektabilitas pasangan petahana Joko Widodo (Jokowi)-KH. Ma’ruf Amin masih mencapai 52,6 persen dalam Pilpres 2019  nanti.

Angka ini dinilai belum aman oleh Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Bandung, Muradi, Jumat (26/10/2018).

“Sejauh ini angka psikologis petahana berada di atas 60 persen, sehingga perlu ada penekanan untuk petahana agar mampu mencapai angka psikologis pemenangan,” ujar Muradi.

Dia mengatakan, meski selalu menang dalam laporan versi lembaga survei, pasangan petahana Jokowi-Ma’ruf Amin harus tetap bisa menyampaikan program yang telah dicapainya ke publik.

“Dugaan bahwa apa yang sudah dicapai tidak sampai ke publik dianggap menjadi alasan mengapa hingga saat ini pasangan petahana belum melampaui angka psikologis 60 persen,” kata dia.

Hasil survei terbaru Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mencapai 52,6 persen dalam Pilpres 2019. Sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno 32,7 persen.

Hal itu berdasarkan hasil survei terbaru Litbang Kompas yang digelar pada 24 September-5 Oktober 2018.

Muradi menjelaskan, secara faktual hasil tersebut juga mengindikasikan peran dari cawapres, baik Ma’ruf Amin maupun Sandiaga Uno.

Menurut dia, keduanya akan menjadi faktor pembeda yang menguatkan prosentase dukungan dari publik.

“Seandainya 14,7 persen responden ini merapat kepada Prabowo-Sandi, dalam hitungan sederhana, peluang Jokowi- Ma’ruf masih sedikit lebih lebar,” kata Bambang Setiawan dari Litbang Kompas.

Namun, dengan memperhitungkan aspek margin of error (MOE), kata Bambang, peluang ini bisa jadi masih di titik kritis.

Pasalnya, dengan MOE sebesar 2,8 persen, rentang perolehan Jokowi-Ma’ruf saat ini berada di kisaran 49,8-55,4 persen.

Terlebih ada pemilih yang berpotensi menggeser arah dukungannya. Ada 30,7 persen pemilih Jokowi-Ma’ruf yang masih berpeluang mengubah dukungannya hingga pemilu nanti.

“Sementara kemungkinan serupa pada pasangan Prabowo-Sandi sebesar 34,2 persen,” kata Bambang.

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,8 persen.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *