oleh

Bendahara PUPR Malut Ahmad Yani Albar Diringkus BNN

-Hukrim-569 views
Press release BNN Maluku Utara | Foto: IeL Fcs

TERNATE – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali mengungkap kasus pemberantasan Narkoba dengan menangkap satu tersangka pengguna Narkotika golongan satu jenis Sabu-sabu dan tersangka kurir ganja jaringan Medan Provinsi Sumatera Utara.

Kedua tersangka tersebut satu diantaranya merupakan ASN yang memiliki jabatan sebagai Bendahara PUPR Malut yakni Ahmad Yani Albar alias Yani (48) warga Keluarga Jati Perumnas, Kecamatan Ternate selatan dan Rifan Fatamani alias Ifan (27) warga kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan.

Dari tangan tersangka BNNP berhasil berhasil mengamankan barang bukti berupa Sabu-sabu kurang lebih 0,57 gram bersama alat penghisap Sabu-sabu dan ganja kurang lebih 1 kg.

“Yani ditangkap di rumahnya pada pukul 03.30 WIT dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 0,57 gram dan di hari yang sama minggu (30/6) pukul 14.14 WIT,  tim pemberantasan BNNP Malut juga melakukan penangkapan seorang kurir narkotika jenis ganja atas nama Ifan yang berprofesi sebagai tukang ojek, ditangkap di Kelurahan  Fitu ketika sedang menerima kiriman dari ekpedisi JNE berupa satu paket ganja seberat 1 kg, tersangka langsung diamankan tim berantas bersama barang bukti,”kata Kepala BNNP Malut, Edi Swasono pada saat press release di kantor BNNP, Kelurahan Kalumat Puncak Kecamatan Ternate Selatan, Senin (1/7/2019) pukul 15.30 WIT.

Edi Swasono menjelaskan, dari penangkapan dengan barang bukti ganja seberat 1 kg, BNNP Malut telah menyelamatkan 6.000 jiwa dengan asumsi jika dalam 1 kg ganja dapat dibagi dalam 20 paket dan per paket dapat dibuat 50 hingga 75 linting ganja, jika dirata-ratakan 60 linting per paket dikali 20 maka diperoleh 1.200 linting, satu linting ganja biasanya dipakai pengguna sebanyak 4 sampai 5 orang.

“Dengan demikian BNNP Malut telah menyelamatkan 5×1.200 = 6.000 jiwa dan jika diuangkan maka dapat diselamatkan nilai uang sejumlah Rp. 50.000.000,00 dengan asumsi harga ganja perlinting di Ternate Rp. 50.000,” pungkasnya.

Terhadap tersangka Yani dijerat dengan Pasal 112 ayat 1, Pasal 127 ayat 1 huruf a undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan dugaan membeli, menerima, menyimpan dan memiliki serta menggunakan bagi diri sendiri Narkotika golongan satu jenis Sabu sementara Ifan dijerat dengan Pasal 111 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 1 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan sangkaan menerima, menyimpan, menguasai dan menjadi perentara dalam jual beli narkotika golongan satu jenis Ganja, Selain itu tersangka juga dijerat dengan Pasal 3 undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp 10 Milyar

Kedua tersangka bersama barang bukti kini dalam pengamanan BNNP Malut untuk dilaksanakan penyidikan lebih lanjut.

(IL Fcs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *