oleh

BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami

-Daerah-1.183 views
Titik Gempa M 7,1 Barat Daya Ternate, 7/7/19.

TERNATE – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa yang telah mengguncang barat daya Ternate, Maluku Utara.

Peringatan dini tsunami akibat gempa yang berkekuatan Magnitudo 7 di barat daya Ternate, Maluku Utara ini ditulis langsung melalui akun Twitter @InfoBMKG.

“#Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7.0, tanggal: 07-Jul-19 22:08:42 WIB, dinyatakan telah berakhir#BMKG” tulis BMKG.

Sebelumnya, gempa besar sebanyak tiga kali telah mengguncang wilayah barat daya Ternate, Maluku Utara pada Minggu (7/7/2019) malam.

Dari pantauan focusmalut.com melalui akun Twitter @InfoBMKG, tiga gempa di barat daya Ternate, Maluku Utara ini berpotensi tsunami.

Gempa pertama yang terjadi di Ternate, Maluku Utara ini berlangsung pada pukul 22.08 WIB dengan kekuatan Magnitudo 7,1.

Untuk pusat gempa pertama ini berada di 136 kilometer barat daya Ternate, Maluku Utara.

Kedalaman gempa di Ternate, Maluku Utara ini hanya sedalam 10 kilometer.

Tak lama kemudian gempa kedua terjadi dengan Magnitudo yang sama, yaitu 7,1 dan kedalaman 10 kilometer.

Pusat gempa ini berada di laut, tepatnya di 135 kilometer barat daya Ternate, Maluku Utara.

Kemudian yang ketiga terjadi di waktu yang hampir bersamaan dengan kekuatan Magnitudo 7.

Gempa ketiga ini berada di kedalaman 36 kilometer dengan pusat gempa di 133 kilometer barat daya Ternate, Maluku Utara.

Ketiga gempa ini, menurut BMKG, berpotensi akan terjadinya tsunami.

Gempa tersebut dapat dirasakan di beberapa wilayah dengan Skala MMI berikut, IV-V Bitung, IV-V Manado, dan III-IV Ternate.

Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG:

I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sementara pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat.

Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan menjadi gelap.

Benda-benda terlempar ke udara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *