oleh

BMKG Peringatkan Adanya Gelombang Tinggi Wilayah Indonesia Berlaku 29 Desember – 1 Januari 2019

-Regional-1.222 views
Ilustrasi

Ternate — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi peringatan dini gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia.

Peringatan tersebut dikeluarkan BMKG pada Sabtu (29/12/2018) pagi melalui akun Instagram @bmkgmaritim.

Peringatan dini ini berlaku sejak Sabtu (29/12/2018) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (1/1/2019) pukul 07.00 WIB.

BMKG mengungkapkan terdapat pola tekanan rendah 1002 hPa, 1004 hPa dan 1007 hPa di Samudera Pasifik timur Filipina, Laut Arafuru dan Laut Cina Selatan.

Pola angin di wilayah Indonesia umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kepulauan Natuna dan Kepulauan Anambas, Selat Sunda, perairan utara dan selatan Pulau Jawa, serta Laut Jawa.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut.

Berikut daftar perairan di Indonesia yang berpotensi mengalami gelombang tinggi pada 29 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019.

Tinggi gelombang 1,25-2,50 M (Moderate) berpeluang terjadi di :

1. Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai

2. Perairan Enggano – Bengkulu

3. Perairan Barat Lampung

4. Samudera Hindia Barat Sumatera

5. Selat Sunda bagian Utara

6. Perairan Pulau Sawu hingga Pulau Rote – Kupang

7. Laut Sawu – Selat Ombai

8. Selat Karimata

9. Perairan Utara Jawa Timur hingga Kepualauan Kangean

10. Perairan Kotabaru

11. Selat Makassar bagian selatan

12. Perairan Barat Sulawesi Selatan

13. Perairan Kepulauan Sabalana – Kepulauan Selayar

14. Teluk Bone

15. Perairan Kepulauan Baubau – Wakatobi

16. Laut Flores

17. Perairan Selatan Ambon – Laut Banda

18. Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar

19. Perairan Kepulauan Kai hingga Kepulauan Aru

20. Laut Arafuru bagian barat hingga timur

21. Perairan Amamapare – Agats

22. Perairan Yos Sudarso

23. Laut Sulawesi bagian tengah hingga timur

24. Perairan utara Sulawesi

25. Perairan Bitung – Manado

26. Perairan Kepulauan Sangihe – Talaud

27. Laut Maluku

28. Perairan Kepulauan Halmahera

29. Laut Halmahera

30. Perairan utara Papua Barat hingga Papua

Tinggi gelombang 2,50-4,0 M (Rough) berpeluang terjadi di :

1. Selat Sunda bagian selatan

2. Perairan selatan Banten hingga Jawa Barat

3. Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian selatan

4. Perairan selatan Pulau Sumba

5. Samudera Hindia selatan Bali hingga NTT

6. Laut Natuna

7. Laut Jawa

8. Perairan selatan Kalimantan

9. Perairan utara Jawa Tengah hingga Jawa Timur

10. Perairan Kepulauan Kangean

11. Laut Arafuru bagian timur

12. Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud

13. Laut Maluku bagian utara

14. Perairan utara Halmahera

15. Samudera Pasifik utara Halmahera

Tinggi gelombang 4,0-6,0 M (Very Rough) berpeluang terjadi di :

1. Perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur

2. Samudera Hindia selatan Jawa

3. Perairan Kepulauan Natuna

4. Perairan utara Kepulauan Anambas

Tinggi gelombang > 6,0 M (High) berpeluang terjadi di :

1. Laut Natuna Utara

Selain merilis daftar perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini yaitu adanya risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).

Kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggigelombang di atas 1.5 m).

Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5m).

Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m)

BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar wilayah perairan berpotensi gelombang tinggi agar tetap waspada dan selalu berhati-hati.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *