oleh

Bupati Halsel Bakal Dijemput Paksa Oleh Ombudsman

Ternate – Ombudsman RI Perwakilan Maluku Utara tengah melayangkan surat panggilan ketiga kepada Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba, terkait permintaan klarifikasi terhadap laporan masyarakat. Senin, 5/10/2018.

Hal ini, sesuai dengan jadwal yang sudah di tetapkan pada 16 November 2018 di Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Maluku Utara.

Upaya pemanggilan tersebut sebagai bentuk langkah tindak lanjut atas laporan masyarakat yang saat ini sedang ditangani oleh Ombudsman perwakilan Provinsi Maluku Utara.

Apabila yang bersangkutan tetap tidak memenuhi panggilan untuk ketiga kalinya, maka Ombudsman siap melakukan penghadiran secara paksa dan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dir Sabhara Polda Malut” jawab Sofyan Ali selaku Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Maluku Utara saat di komfirmasi, senin 05/11.

Menurutnya, kewenangan Ombudsman melakukan pemangilan terhadap pihak Terlapor atau saksi secara paksa sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang-Undang 37 Tahun 2008 Pasal 31 tentang Ombudsman RI. “Dalam hal Terlapor dan saksi telah dipanggil 3 (tiga) kali berturut-turut tidak memenuhi panggilan dengan alasan yang sah, maka Ombudsman dapat meminta bantuan Kepolisian untuk menghadirkan yang bersangkutan secara paksa” Ungkapnya.

Awalnya, Ombudsman sudah melakukan beberapa upaya seperti investigasi dan klarifikasi secara langsung, dan permintaan klarifikasi secara tertulis tetapi yang terakhir ini adalah panggilan klarifikasi. “Namun hingga sekarang, Terlapor sulit ditemui dan terkesan tidak adanya itikad baik untuk memenuhi panggilan yang telah di layangkan oleh Ombudsman ataupun untuk menjawab klarifikasi tertulis” tambahnya.

“Terkait penghadiran secara paksa, saat melakukan rapat koordinasi dengan jajaran Polda Maluku Utara baru-baru ini, Ombudsman telah menyampaikan rencana kepada Dir Sabhara Polda Maluku Utara untuk permintaan bantuan penghadiran secara paksa bagi Terlapor atau saksi yang tidak memenuhi panggilan Ombudsman sebanyak 3 (tiga) kali dan Dir Sabhara telah menyanggupinya apabila dalam beberapa waktu kedepan Ombudsman memerlukan bantuan untuk menghadirkan Terlapor secara paksa” tutup Sofyan. (LMC)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *