oleh

Bupati Purbalingga Disebut Terima Fee Rp 300 Juta dari Proyek Gedung DPRD

-Nasional-235 views

Semarang – Bupati nonaktif Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Tasdi, kembali disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Rabu (7/11/2018) terkait kasus suap dan gratifikasi saat ia menjabat sebagai bupati.

Tasdi masuk meja hijau karena didakwa KPK menerima suap dan gratifikasi hingga Rp 1,64 miliar dan 20 ribu dolar AS. Jumlah tersebut diduga diterima Tasdi dalam rentang 2017-2018.

Di sidang Pengadilan Tipikor Semarang, Tasdi disebut menerima fee dari proyek pembangunan gedung DPRD Purbalingga. Ia disebut menerima uang Rp 300 juta.

Hal itu disampaikan salah satu saksi kunci, Librata Nababan. Selain Librata, Rawinata Nababan, serta pengusaha Hamdani Kosen juga diperiksa dalam sidang tersebut.

Librata Nababan dalam sidang mengatakan pemberian uang Rp 300 juta diserahkan ke terdakwa sekitar bulan April 2018. Uang tersebut diberikan ke ruang kerja bupati kemudian dibawa ke rumah dinas bupati.

“Uang itu diberikan setelah 1 bulan mengerjakan proyek. Diserahkan ke ruang kerja beliau, uang langsung dibawa ajudan ke rumah dinas. Akadnya kala itu pinjam,” kata Librata, menjawab pertanyaan jaksa KPK.

“Tapi saya duga itu terkait fee untuk pembangunan lelang gedung dewan,” ujar Librata lagi.

Ia mengatakan, uang tersebut diserahkannya secara langsung. Uang bersumber dari pengusaha Hamdani Kosen.

“Saya menyerahkan uang langsung, uangnya bersumber dari Hamdani Kosen,” tambahnya.

Setelah pemberian Rp 300 juta, Librata juga memberikan uang Rp 100 juta melalui Kepala Bagian ULP Setda Purbalingga Hadi Iswanto.

Baca Juga:  Vinis Banding Dokter Bimanesh Diperberat Jadi 4 Tahun Penjara

Naas, saat pemberian uang itu, Librata dan Hadi ditangkap petugas KPK di lokasi proyek pembangunan Islamic Center Purbalingga tahap 2.

Tasdi sendiri didakwa menerima suap dan gratifikasi saat menjabat orang nomor satu di Purbalingga.

Dalam kasus suap, ia didakwa menerima Rp 115 juta dari Rp 500 juta yang dijanjikan dalam proyek pembangunan Islamic Center tahap 2 dengan nilai proyek Rp 22 miliar.

Sementara dalam kasus gratifikasi, dia didakwa menerima uang Rp 1,465 miliar dan 20.000 dollar AS.

Tasdi dijerat dengan dakwaan yang disusun secara akumulatif, yaitu pasal 12 huruf a dan pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan diganti menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (kmps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *