oleh

C1 Berhologram di Tipex, Muhammad Konoras Sesali Sikap Bawaslu

-Politik-826 views

Minta Pelanggaran Pemilu di Desa Tuada Wajib PSU

Muhammad Konoras
(foto Istimewa)

JAILOLO – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang berlangsung di Desa Tuada nampaknya meninggalkan masalah besar. Betapa tidak, sejumlah penyelenggara tingkat bawah diduga telah melakukan pelanggaran pemilu dengan cara mencoret dan mentipex Fom C1 berhologram. Hal ini pun telah diketahui oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Halmahera Barat, namun disembunyikan tanpa ada tindakan berupa rekomendasi dilakukannya Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Informasi yang dihimpun, pelanggaran yang fatal ini, terjadi di desa Tuada pada tanggal 19 April 2019 pukul 01:00 WIT  saat sejumlah KPPS dan PPS tenga melakukan pergeseran Kotak Suara ke Kecamatan, tiba-tiba PPK Kecamatan Jailolo mendatangi TPS dan memerintahkan penyelenggara Desa untuk membongkar kotak suara tanpa alasan yang jelas.

Pelanggaran pemilu ini lantas mendapat sorotan tajam dari pengacara senior Maluku Utara Muhammad Konoras, menurut Muhamad Konoras sikap diam Bawaslu Halmahera Barat (Halbar) yang tidak melakukan penyelidikan terhadap pelaku pelanggaran pemilu dilakukan oleh PPK di desa Tuada Kecamatan Jailolo sangatlah disayangkan bahkan kinerja Bawaslu patut dipertanyakan.

“Padahal kejadian Tipex fom C1 ini, Bawaslu sendiri yang tangkap tangan para petugas PPK saat membongkar Kotak,  berarti Bawaslu tau tindakan ini jelas sebagai tindak pidana Pemilu yang patut disidik,” jelas Ama Konoras sapaan akrabnya.

Menurut Dia, dari aspek administrasi Pemilu, Bawaslu Halbar wajib merekomendasikan kepada KPU untuk dlakukan PSU di TPS yang bermasalah tersebut. Ama Konoras juga menyayangkan  sikap Bawaslu Halbar yang dianggap membiarkan kejahatan pemilu.

“Karena itu saya harapkan para pihak yang merasa dirugikan segera melapor ke DKPP untuk memeriksa Bawaslu perihal melanggar etika dan melaporkan ke Polisi soal kejahatan pemilu,” tegas Pengacara senior Malut ini.

Sekedar diketahui, bahwa sebelumnya pelanggaran Pemilu di Desa Tuada ini telah di laporkan oleh masyarakat, namun Bawaslu Halbar tidak peduli dengan laporan tersebut dengan alasan tidak cukup bukti.

(HB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *