oleh

Manfaatkan DID, Dinkes Fokus Pencegahan Stanting dan Gizi Buruk

-Kesehatan-271 views
Kadinkes Halmahera Barat

JAILOLO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) rupanya serius melakukan pencegahan penyakit ditingkat Desa.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Rosfince Kalengit kepada wartawan Jumat (10/5/19) menyatakan, saat ini Dinkes menerima anggaran Dana Insentif Daerah (DID) kurang lebih Rp. 9 miliar, jadi anggaran sebesar itu, sangat membantu memkab dari sisi penanganan kesehatan ditingkat Desa.

Dari anggaran tersebut, saat ini Dinkes telah melaksanakan kegiatan Posiandu pra konsepsi untuk mencegahan stanting jangka panjang, dilakukan soasialisasi lintas sektor yakni, DP3KB, Dukcapil, Kemenang, BPM-PD, Dikbud. Pertanian, Perikanan dan Pangan. Sosialisasi lintas sektor ini dilakukan agar, penanggulangan kesehatan dilakukan secara keroyokan bukan sendiri sendiri.

“Jadi setiap penyakit dilakukan pencegahan sedini mungkin, sehingga tidak sampai menular atau harus di bawa ke RSUD atau Puskesmas,”katanya.

Penyakit yang terjadi di masyarakat, bukan saja faktor eknomi, tapi juga lingkungan rumah, sehingga Dinkes melakukan pendataan bagi warga kurang mampu dan punya rumah tidak layak huni diserahkan ke Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) untuk memberikan bantuan rumah.

Selain itu, juga dilakukan program pelayanan imunisasi, mengatasi penyakit menular di Desa, mengatasi TBS , HIV-AIDS, Program Indonesia Sehat (PIS)  dengan Pendekatan Keluarga (PK), Inovesi kesehatan daerah, program Panti pemuliham gizi, Penanggulangan gizi buruk dan stanting dan Penanggulangan ibu hamil kekurang energi kronik.

“Kegiatan yang telah diprogramkan di tahun ini semuanya dilaksanakan di Desa, sehingga masyarakat merasakan langsung kehadiran Pemda dalam memberikan pelaksanan kesehatan ditingkat desa,”ungkapnya.

Baca Juga:  Kemenkes dan IDI Desak BPJS Kesehatan Tinjau Ulang Aturan Baru

(HB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *