oleh

Calon Kades Terpilih Matantengin, Diduga Gunakan Politik Uang

-Politik-774 views

“ASN Yang Terlibat Juga Sudah di laporkan”

Bukti pemberian uang dari salah satu PNS kepada Masyarakaat saat Pilkades lalu

HALSEL – Pemilihan Kepala Desa (Kades) yang dilaksanakan secara serentak di Kecamatan Makian Pulau, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) pada hari Sabtu (17/11/2018) pekan lalu, nampaknya tidak membawa kemenangan tersendiri bagi Calon Kades terpilih yang telah memenangkan pertarungan tersebut.

Pasalnya disalah satu Desa, tepatnya di Desa Matantengin, Kecamatan Makian Pulau, ada dugaan penggunaan politik uang yang digunakan saat pelaksanaan pemelihan pada Sabtu lalu, bahkan diduga kuat bagi-bagi uang ke masyarakaat itu melibatkan 2 (dua) orang Aparatur Sipil Negara (ASN) pada pelaksanaan Pilkades di Desa Matantengin untuk memenangkan pasangan nomor urut 2 Safran Hi. Jainal.

Salah satu warga Desa Matantengin yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, masyarakaat setempat sangat kecewa atas sikap dan tindakan  dua orang ASN inisial TL dan HW yang terlibat langsung untuk mencampuri pemilihan kades Matantengin.

Sehingga menurut Dia TL dan HW telah melanggar bahkan tidak patuh dengan peraturan perundang – undangan. Dia bahkan menyebutkan kedua ASN itu selain terlibat Money politic juga ikut serta menjadi saksi pasangan calon nomor urut 2 Safran Hi. Jainal.” ungkap dia, ketika diwawancarai wartawan Focusmalut.com, Selasa (20/11/18) kemarin

Ia juga menyebutkan kalau dilihat, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2015 tentang tata cara pencalonan, pemilihan, pengesahan dan pemberhentian Kepala Desa pada Bab III Pasal 36, mengatakan Calon Kepala Desa (Cakades) dilarang melibatkan Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai juru kampanye dalam pemilihan.

 “ Safran Hi. Jainal sengaja melibatkan TL dan HW dalam pemilihan kepala Desa matantengin. Ada bukti fotonya, bahwa TL mengkampanyekan kandidatnya dengan cara membagi–bagikan uang kepada masyarakat sedangkan HW turut menjadi saksi pasangan calon nomor urut 2 (dua),” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan sesuai pasal 38 ayat 1 calon kepala desa dan/atau tim kampanye dilarang menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilih. Lanjut dia  Ayat 2  calon kepala desa dan/atau tim kampanye yang terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan tim pengawas pemilihan kepala desa tingkat kabupaten dan dikenai sanksi pembatalan sebagai calon kepala desa oleh panitia pemilihan kepala desa. Dengan aturan ini, kita jelas telah melanggar.

“ Permaslahan ini sudah dilaporkan ke Tim Pengawas Pemilihan Kepala Desa Kab Halsel, kita berharap pasangan calon atas nama Safran Hi. Jainal diberi sanksi yang tegas sesuai dengan peraturan daerah yang sudah berlaku.

Saksi dilingkaran itu adalah Guru Inisal HW yang menjadi saksi Pilkades nomor urut 2

Sekedar diketahui inisial TL sendiri merupakan salah satu pengajar/dosen disebuah kampus ternama Provinsi Maluku Utara sedangkan HW adalah salah seorang Guru SD Negeri 1 di Kabupaten Halmahera Selatan.

(iL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *