oleh

Diduga Alami Ganguan Jiwa, Penanggunjawab YBSN Belum Bisa Dibawa ke Ternate

-Hukrim-1.103 views

TERNATE – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Uatara (Malut) akhir berhasil membawa tersangka Grace Liem ke Kota Ternate.

Grace dibawa dari Jakarta ke Kota Ternate menggunakan pesawat Batik Air, Rabu (13/3/19). Grace merupakan penanggung jawab kegiatan sosialisasi bahaya narkoba dan seks bebas dari Garda Mengobati Dan Mencegah (GMDM) di Kota Ternate pada tanggal 18 sampai 24 Februari lalu, namun Grace baru ditangkap di Jakarta dan langsung di bawa ke Ternate.

Kapolda Malut, Brigjen (Pol) Suroto melalui Direktur Reskrimum Polda, Kombes (Pol) Dian Harianto mengatakan, tersangka kini telah diamankan di kantor Ditreskrimum Polda dan tersangka langsung ditahan selama 20 hari kedepan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Tersangka dibawa dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta, karena mengalami penyakit dalam, sehingga baru tiba di Ternate Rabu (13/3/19) sekitar pukul 16.30, wit,”ungkap Dia.

Sementara tersangka GD alias Greis selaku penanggung jawab kegiatan dari Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) di kabupaten Pulau Morotai, hingga saat ini masih di rawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan masih dilakukan diagnosa terhadap Greis untuk memastikan apakah tersangka masih mengalami stres, depresi atau gangguan jiwa, sehingga belum bisa dibawa ke Ternate.

“Tersangka Greis mengalami penyakit kejiwaan, sehingga harus dilakukan diagnosa dan hasil diagnosa membutuhkan waktu dua minggu, sehingga tersangka belum bisa dibawa ke Ternate,”jelas orang nomor satu di Ditreskrimum Polda Malut itu.

Bukan saja tersangka Gresi yang belum bisa di bawa ke Ternate, tersangka Endang selaku penanggung jawab kegiatan dari GMDM di Kota Tidore Kepulauan, juga belum bisa dibawa ke Ternate, karena Endang sendiri saat ini masih Buron dan dalam tahap pencarian.

“Saya bisa pastikan, Inshaa Allah, kami bisa menangkap yang bersangkutan di Jakarta,”tegasnya optimis.

Dia menuturkan, ketiga tersangka itu kini masih dikenakan Pasal 263 ayat 1 dan  ayat dua serta Pasal 378 Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP pidana tentang pemalsuan dan penipuan. Namun, penyidik masih terus mendalami tentang dugaan unsur penistaan agama, olehnya itu masih disingkrongkan kegiatan yang dilakukan ke tiga tersangka dengan ahli dari MUI.

Selain itu, penyidik juga sedang mendalami motif para tersangka dalam kegiatan tersebut.

“Kami masih dalami kegiatan para tersangka, bahkan biskuit yang dibagikan saat kegiatan sudah dikirim ke Makasar untuk dilakukan Uji forensik. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini,”pungkasnya.

(fifi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *