Diduga Sunat Anggaran PAM Pemilu, Kapolres Halsel Didemo Anggotannya Sendiri

 

Salah satu anggota Polres yang enggan menyebut namanya, mengungkapkan aksi ini dipicu atas ancaman Kapolres Halsel terhadap beberpa anggota yang diancam akan dimutasikan ke Papua dan Aceh.

“Padahal sejumlah anggota hanya mempertanyakan anggaran PAM pemilu di grub whattsap, pak Kapolres langsung memanggil sekitar empat anggota masing-masing dan langsung mengancam akan di mutasikan  ini kan aneh,” keluh Anggota Mapoles Halsel ini.

Menurut dia, dari ancaman inilah membuat ratusan anggota ngamuk dan melakukan aksi protes bahkan pemboikotan pelayanan kepada masyarakaat. Dia bahkan mengungkapkan, sejak wilayah Polres Halsel dipimpin AKBP Agung Setyo, kondisi di semakin kacau. Dana-dana operasional tidak diberikan. Para anggota pun sering kali mengeluarkan biaya pribadi untuk berpatroli.

“Saya ingat waktu kami ditugaskan untuk memusnahkan minuman keras (Miras), biaya operasionlanya tidak diberikan, sehingga kami pakai uang sendiri,” ungkap dia, sembari meminta agara namanya tidak dipublis.

Terkait aksi protes tersebut, Wakapolres Halsel Kompol Wahyu Adi, menyampaikan, aksi yang dilakukan oleh anggota adalah mempertanyakan anggaran pengamanan Pemilu. Anggaran pengamanan kata Wakapolres telah diserahkan semuanya, hanya saja dalam pelaksanaannya beda, karena  anggaran pengamanan hanya 7 hari saja sementara pelaksanaannya dilapangan sampai 2 minggu.

“Anggarannya hanya 7 hari, dilapangan kondisi berbeda, karena TPS dan PPK nya molor ditambah lagi pergesaran ke KPUnya juga terlambat sehingga sampai 2 minggu ini,” kata Wakapolres ketika ditemui dihalaman Polres.

Baca Juga:  Pendaftaran Anggota KPU Resmi Ditutup, Timsel Zona 1 Terima 209 Berkas Peserta

Dengan masalah ini, Wakapolres berjanji pihaknya akan merevisi anggaran sehingga hal-hal ini tidak terjadi lagi. Disentil berapa banyak alokasi anggaran pengamanan Pemilu 2019 di Polres Halsel, Wakapolres langsung mempersilahkan sejumlah wartawan untuk menyanyakan langsung ke Kabag OPS AKP. Roy Simangunson.

“Untuk Dana Pengamanannya langsung tanyakan langsung ke Kabag OPS,” jelas singkatnya.

(Bmz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *