oleh

Diduga Sunat Anggaran PAM Pemilu, Kapolres Halsel Didemo Anggotannya Sendiri

-Kabar Utama-2.641 views

Minta Kapolda Evaluasi Kinerja Kapolres dan Kabag OPS

Ratusan anggota yang ngamuk didepan Mapolres Halsel

BACAN – Ratusan anggota Polisi Polres Halmahera Selatan di Maluku Utara, Senin (29/4/19) pagi tadi mengelar aksi protes, hal ini dilakukan karena ratusan anggota ini tidak puas dengan kepemimpinan Kapolres Halmahera Selatan AKBP Agung Setyo.

Ratusan Anggota Polres yang berunjuk rasa dengan membakar bas bekas di halaman Mapolres ini memprotes, kebijakan Kapolres bersama dengan Kabag OPS AKP. Roy Simangunson diduga menyunat anggaran pengamanan pemilu 2019.

Dari informasi yang dihimpun focusmalut.com, Senin tadi, demo ratusan anggota ini selain memprotes dana PAM pemilu yang diduga disunat, juga memprotes kebijakan kepemimpinan kapolres AKBP Agung Setyo, selama ini terkesan berpihak terhadap anggota tertentu saja. Bahkan ada anggota yang sakit sekarat terbaring di RSUD pun diabaikan oleh Kapolres Halsel.

“Bintara,Perwira dan Akpol tidak lagi kompak, ini semua akibat dari ulah pimpinan kita,” teriak salah satu anggota Polisi saat mengelar demo.

Menurut dia, selama Polres berdiri di Hamahera Selatan tidak pernah dilakukan demo atau protes semacam ini, baru di masa kepiminan Kaplres AKBP Agung Setyo sekarang dilakukan demo dan protes.

“kami mau sampaikan Pemilu kali ini anggaran kami sangat kecil, tetapi demi tugas dan tanggungjawab kami laksanakan, padahal anggaran di DIPA yang kami lihat sangatlah besar kenapa tidak diserahkan ke kami,? Kabag OPS juga turut main dan harus bertanggung jawab,” tegas dia sembari meminta agar Kapolda Maluku Utara segera mengevaluasi kinerja Kapolres Halsel dan Kabag OPS karena sudah tidak lagi baik jika masih dipertahankan.

Ratusan Anggota Polisi yang mengelar aksi protes didepan Mapolres Halsel

 

Salah satu anggota Polres yang enggan menyebut namanya, mengungkapkan aksi ini dipicu atas ancaman Kapolres Halsel terhadap beberpa anggota yang diancam akan dimutasikan ke Papua dan Aceh.

“Padahal sejumlah anggota hanya mempertanyakan anggaran PAM pemilu di grub whattsap, pak Kapolres langsung memanggil sekitar empat anggota masing-masing dan langsung mengancam akan di mutasikan  ini kan aneh,” keluh Anggota Mapoles Halsel ini.

Menurut dia, dari ancaman inilah membuat ratusan anggota ngamuk dan melakukan aksi protes bahkan pemboikotan pelayanan kepada masyarakaat. Dia bahkan mengungkapkan, sejak wilayah Polres Halsel dipimpin AKBP Agung Setyo, kondisi di semakin kacau. Dana-dana operasional tidak diberikan. Para anggota pun sering kali mengeluarkan biaya pribadi untuk berpatroli.

“Saya ingat waktu kami ditugaskan untuk memusnahkan minuman keras (Miras), biaya operasionlanya tidak diberikan, sehingga kami pakai uang sendiri,” ungkap dia, sembari meminta agara namanya tidak dipublis.

Terkait aksi protes tersebut, Wakapolres Halsel Kompol Wahyu Adi, menyampaikan, aksi yang dilakukan oleh anggota adalah mempertanyakan anggaran pengamanan Pemilu. Anggaran pengamanan kata Wakapolres telah diserahkan semuanya, hanya saja dalam pelaksanaannya beda, karena  anggaran pengamanan hanya 7 hari saja sementara pelaksanaannya dilapangan sampai 2 minggu.

“Anggarannya hanya 7 hari, dilapangan kondisi berbeda, karena TPS dan PPK nya molor ditambah lagi pergesaran ke KPUnya juga terlambat sehingga sampai 2 minggu ini,” kata Wakapolres ketika ditemui dihalaman Polres.

Dengan masalah ini, Wakapolres berjanji pihaknya akan merevisi anggaran sehingga hal-hal ini tidak terjadi lagi. Disentil berapa banyak alokasi anggaran pengamanan Pemilu 2019 di Polres Halsel, Wakapolres langsung mempersilahkan sejumlah wartawan untuk menyanyakan langsung ke Kabag OPS AKP. Roy Simangunson.

“Untuk Dana Pengamanannya langsung tanyakan langsung ke Kabag OPS,” jelas singkatnya.

(Bmz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *