oleh

Kejari Didesak Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Adat Halsel

-Hukrim-404 views
Kantor Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan

BACAN – Keseriusan penegak hukum di Halmahera Selatan dinilai masih minim dalam memberantas dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat di daerah. Dosen hukum pidana Abdul Fikar memberikan kritik tajam terhadap kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan (Halsel)

Fikar mengatakan, Kejari dinilai tidak mampu menaikkan perkara dari laporan masyarakat bahkan terkesan diam ketika berhadapan dengan para elit pejabat.

Fikar memandang, perkara korupsi merupakan bentuk kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime, sehingga melakukan modus tingkat tinggi. Oleh karenanya Kejari harus mampu memerangi perilaku korup tersebut.

“Itulah sebabnya Kejari mempunyai kewenangan bahkan mengadili siapa saja jika terbuktii.” ucapnya kepada wartawan, Minggu (28/4/19).

Kendati sebagai lembaga Hukum, kata Fikar, pihak Kejari menjadi tumpul ketika berhadapan dengan elit pejabat yang diduga berkasus. Buktinya pada era Bahrain Kasuba sebagai Bupati, lembaga antirasuah belum mampu mengusut dugaan korupsi pembangunan rumah Adat Halsel yang diduga merugikan Negara ratusan juta rupiah.

“Secara kelembagaan Kejari independen, tetapi ketika menghadapi kasus tertentu tidak independen. Berarti komisionernya atau orangnya yang tidak independen,” tegasnya.

Tak hanya itu, Fickar memandang sikap Kajari Halsel, Christian C.R pun dinilai tidak tegas dalam isu pemberantasan korupsi. Belum terbongkarnya Kasus seperti dugaan Korupsi pembangunan rumah adat adalah bukti ketidakseriusan Kajari Christian C.R dalam memberantas perilaku korupsi di Halmahera Selatan.

“Di sini terlihat apakah Kejari punya komitmen terhadap pemberantasan korupsi di daerah atau tidak.” pungkasnya

(bz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *