oleh

Giliran Kader Golkar di-OTT KPK

-Nasional-866 views
Bowo Sidik Pangarso (ist)

JAKARTA – Masih hangat dalam perbincangan, Rohamurmuziy (mantan Ketua Umum PPP), menjadi pesakitan lantaran OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini KPK kembali menunjukan taringnya dengan meng-OTT kader Partai Golkar.

Sejak Rabu (27/03) hingga Kamis (28/03), KPK telah menangkap delapan orang lewat OTT terkait dengan dugaan adanya upaya suap menyuap antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PT PIL) dengan PT Humpuss Transpoortasi Kimia (PT HTK), dengan salah seorang sasaran diantaranya adalah anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso (BSP)

Tujuh orang lainnya terdiri dari pihak BUMN dan swasta yang salah satunya adalah direksi PT Pupuk Indonesia Logistik (PIL). Dalam penangkapan ini, penyidik turut mengamankan uang yang terdiri dari pecahan rupiah dan dolar AS.

Sehubungan dengan perannya yang membantu PT HTK sebagai penyedia kapal pengangkut distribusi untuk PT PIL, BSP diduga telah menerima tujuh kali suap dengan total miliaran rupiah.

Pada saat OTT, BSP diduga menerima Rp 89,4 juta, sedangkan penerimaan 6 kali sebelumnya diperkirakan sejumlah Rp 221 juta dan USD 85.130 yang terjadi di berbagai tempat, antara lain rumah sakit, hotel, dan kantor PT HTK.

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan menjelaskan bahwa BSP dimintai bantuan oleh pihak PT HTK untuk melanjutkan penyewaan (perpanjangan kontrak) kapal miliknya kepada PT PIL.

“BSP diduga meminta fee kepada PT HTK atas biaya angkutan yang diterima sejumlah USD 2 per metrik ton,” kata Basaria dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).

Terkait dengan kronologi penangkapan delapan orang tersebut. Tim KPK pertama kali menangkap Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti dan karyawan PT Inersia, Idung yang merupakan orang kepercayaan BSP, Rabu (27/3) sore di Kantor PT Humpuss Transportasi Kimia, Gedung Granadi, Jalan HR Rasuna Said.

Setelah menciduk dua orang, dilanjutkan dengan menangkap Head Legal PT Humpuss Transportasi Kimia, Selo; Bagian Keuangan PT Inersia, Manto. Kemudian tim KPK bergerak menangkap sopir BSP di apartemen di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, sekitar pukul 16.30 WIB. Dari lokasi yang sama, turut diamankan Siesa Darubinta sebagai pihak swasta.

Tim KPK baru menangkap BSP sekitar pukul 02.00 WIB, di rumahnya dan langsung dibawa ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan dan menetapkan BSP sebagai tersangka penerima suap dan Asty dari PT Humpuss sebagai tersangka pemberi suap.

Selain itu, KPK juga mendapatkan bukti telah terjadi penerimaan lain terkait dengan status BSP sebagai anggota DPR. Basaria mengatakan BSP mengumpulkan uang tak hanya dari sekali penerimaan. Sejumlah penerimaan dikumpulkan di satu tempat untuk ‘serangan fajar’ keperluan logistik pemilu.

“Karena diduga penerimaan-penerimaan sebelumnya disimpan di sebuah lokasi di Jakarta, maka tim bergerak menuju sebuah kantor di Jakarta untuk mengamankan uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop-amplop pada 84 kardus,” ujar Basaria.

Basaria menduga, BSP sedang mengumpulkan uang dari sejumlah penerimaan yang dipersiapkan untuk ‘serangan fajar’ pada Pemilu 2019 sehubungan dengan pencalonannya dari daerah pemilihan Jateng II. (ep/nt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *