oleh

Hadiri Acara Simposium, Harita Nickel Paparkan Konsep CSR Berkelanjutan

-Daerah-1.130 views
Deputy Head CSR and External Relation, Alexander Lieman saat memaparkan materi dalam Simposium Regional Pertambangan Maluku Utara

TERNATE – Harita Nickel Division ikut serta dalam Simposium Regional Pertambangan Maluku Utara (Malut) yang diselenggarakan di Auditorium Kantor Wali Kota Ternate, Sabtu (6/7). Kegiatan ini digagas oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malut, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Perwakilan Provinsi Malutdan Pengurus Wilayah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malut.

Simposium ini berlangsung ramai dan interaktif dengan hadirnya berbagai pihak mulai dari akademisi, perwakilan pemerintah, perusahaan tambang, asosiasi terkait dan juga masyarakat umum.

Ketua Panitia Almun Madi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini hendak mengupas beberapa isu tambang yang selama ini jadi sorotan seperti pengelolaan dana corporate social responsibility (CSR), penertiban Izin Usaha Pertambangan (IUP) serta penegakan regulasi terkait pertambangan di Provinsi Malut.

“Diharapkan selanjutnya ada optimalisasi pertambangan sebagai tulang punggung pembangunan Malut,” ujar pria yang juga merupakan Ketua Pemuda Kawal Tambang (KPKT) tersebut.

Sementara Berdasarkan pemaparan Evaluator Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia Dr. Muhtar Adam menyampaikan, mengoptimalkan industry tambang demi pengembangan masyarakat dan pembangunan daerah menjadi hal yang penting untuk diwujudkan. Hal ini mengingat komoditas tambang merupakan produk yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi Malut secara signifikan.  Pertumbuhan ekonomi Malut pada tahun lalu mencapai 7,92%. Pertambangan menjadi salah satu industri yang menggerakkan pertumbuhan massif tersebut.

“Banyak kegiatan eksporferonikel yang dilakukan industry pertambangan di Malut,” ungkapnya.

Terpisah, Deputy Head CSR and External Relation, Alexander Lieman menjelaskan, program CSR harus bisa memberdayakan masyarakat secara berkesinambungan bahkan hingga suatu saat nanti ketika kegiatan pertambangan tak berjalan lagi.

“CSR adalah tanggungjawab perusahaan yang perlu dilakukan, bukan hanya bagi masyarakat, tetapi bahkan bagi karyawan perusahaan. Misalnya, memastikan bahwa karyawan mendapat segala hak yang harus diterimanya,” jelas Alexander.

Hingga saat ini, Harita Nickel Division terus mengembangkan program CSR pada sector berbagai sektor vital seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sosial. Kegiatan CSR pada sector ekonomi misalnya mengoptimalkan potensi pertanian dan peternakan, sektor kesehatan melalui penyuluhan dan pemberian berbagai bantuan, sektor pendidikan dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana serta sector social melalui bantuan berbagai kebutuhan pokok sehari-hari.

Sementara Anggota Komisi III DPRD Malut Bidang Pembangunan Syahril Taher, mengapresiasi konsep CSR yang di implementasikan dalam berbagai kegiatan, namun harus ada evaluasi setiap harinya sehingga dapat semakin berkualitas dari waktu ke waktu.

“Jangan hanya memberikan uang kepada masyarakat, karena jika suatu saat distop maka akan mengalami kesulitan,” ungkapnya.

Perusahaan tambang harus bisa melihat potensi yang ada pada masyarakat kemudian memberdayakannya dengan program CSR sehingga masyarakat dapat mandiri,”ujarnya.

(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *