oleh

Jadi Sekretaris KNPI, Gubernur “Takut” Santrani Abusama

-Politik-1.424 views

Minta Gubernur Copot Santrani Dari Jabatan

Santrani Abusama

TERNATE – Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba (AGK) dinilai takut terhadap Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Disperkim) Santrani Abusama.

Pasalnya, Santrani dinilai lebih fokus mengurus organisasi kepemudaan ketimbang mengurus Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin oleh Santrani. Santrani yang kapasitasnya sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) harusnya lebih fokus mengurus birokrasi, bukan mengurus Organisasi kepemudaan, sehingga mengabaikan tugas pokok sebagai ASN.

Santrani saat ini ditunjuk sebagai Sekretaris Caretaker DPD KNPI Maluku Utara versi Haris Pratama, padahal Santrani sendiri sudah tau saat ini KNPI di Malut hanya satu, sehingga Santrani bisa dibilang merusak atau memperkeruh suasana kepemudaan.

Kandidat Doktor Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung, Helmi Alhadar menyatakan, jika kesibukan Santrani difokus ke KNPI Malut dari pada kapasitasnya sebagai Kadis Perkim mengindikasikan kecenderungan ke ranah politik praktis, karena Santrani sendiri digadang gadang akan ikut bertarung dalam pemelihan Bupati (Pilbup) Halsel yang bisa jadi akan berpasangan dengan Bahrain Kasuba sebagai petahana. Kesibukan Santrani tersebut, mencerminkan Pemerintahan AGK-YA terkesan tidak banyak berkutik untuk mengendalikan.

“Kondisi ini membuat Santrani tidak akan terlalu banyak dikendalikan oleh AGK dalam hal birokrasi,” Kata Helmi.

Dosen Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate, mendesak AGK-YA mengevaluasi kinerja SKPD yang cenderung mementingkan organisasi yang di luar dari jabatan publiknya. AGK selaku Gubernur harus tegas, bila perlu dievaluasi SKPD yang tidak serius kinerjanya.

“Para birokrat harus berusaha bekerja sebagaimana tupoksinya, mengingat pelayanan masyarakat tidak bisa terganggu hanya karena kepentingan pribadi atau kelompok,” ungkapnya.

Sementara Santrani ketika dikonfirmasi wartawan membantah tuduhan bahwa dirinya lebih fokus pada organisasi. Mantan ketua KNPI Malut ini menegaskan bahwa dirinya tidak fokus ke KNPI. Menurut Santrani, fokus utama pada kerjanya sebagai Kadis Perkim Malut.

“Saya ngga fokus ke KNPI. Saya hanya fokus kerjaan,” jelasnya.

Dikatakan, terkait dirinya terlibat dalam KNPI dan Pemuda Pancasila (PP) hanya tugas sampingan alias diluar tugasnya sebagai Kadis Perkim Malut. Karena itu, dirinya dituding tidak fokus pada kerja pokoknya adalah salah alamat. Lebih lanjut Santrani menuturkan, sebagai pengurus DPP KNPI, keterlibatannya adalah hal wajar tanpa mengabaikan kerja pokoknya.

“Saya ini mantan ketua KNPI. Fase ber KNPI bagi saya sudah lewat. Namun karena saya juga pengurus DPP KNPI, maka saya harus laksanakan tugas saya, tanpa mengabaikan kerjaan pokok saya selaku kadis Perkim Malut. Bila ada yang beropini, apalagi menuding yang tidak mendasar, maka mohon maaf itu sangat privasi. Dan saya tidak segan-segan tuntut terkait nama baik saya,” tegasnya.

(mg)

Komentar