
Terpisah Kades Masure Buang Samiun, ketika di konfirmasi via handpone membantah tuduhan warga, karena menurutnya, proyek air bersih yang bersumber dari DD Rp 160 juta tahun 2018, merupakan proyek desa yang menjadi prioritas karena sangat di butuhkan oleh orang banyak.
Buang menjelaskan, untuk menuju sumber air bersih medannya sangat sulit, karena untuk sampai ke sumber air, harus melalui bukit dan sungai, sehingga pengadaan pipa untuk jaringan air bersih tidak cukup dari mata air sampai ke desa, sehingga harus ditambah dengan pipa bekas milik Disperkim Provinsi yang tidak lagi di pakai.
“Pipa yang kita beli menggunakan anggaran DD tidak cukup, sehingga harus menambah pipa bekas milik Disperkim, agar jaringan air bersih bisa masuk sampai ke Desa,” jelasnya.
Sementara upah kerja, kata Buang, sebesar 40 juta dan pada saat pekerjaan, para pekerja sudah diberikan Rp. 15 juta, sehingga sisanya Rp. 25 juta akan dibayar lunas, jika pekerjaan sudah selesai.
“Proses pekerjaan saat ini sudah masuk pada tahap pemasangan instalasi air di rumah warga, sehingga dipastikan pada bulan April mendatang pekerjaan sudah selesai dan warga sudah bisa menikmati air bersih,” pungkasnya.
(ilx)
