oleh

Kepala UPTD Kecamatan Obi Diduga Manipulasi Data Pemberhentian Kepsek

-Kabar Utama-1.360 views
TK Perdamaian

Halsel, FocusMalut.com | Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) kecamatan Obi, kabupaten Halmahera Selatan diduga manipulasi data pengusulan pemberhentian kepala sekolah TK Perdamaian, pasalnya pengusulan pemberhentian kepala sekolah (Kepsek) tidak sesuai fakta dan ini merupakan tindakan yang salah.

Mantan kepsek TK Perdamaian Halima Wakanubun, ketika dikonfirmasi (9/2/19) membenarkan hal tersebut, kepala UPTD mengundang orang tua wali murid adakan rapat di kantor UPTD. Tanpak hadir dalam rapat tersebut berkisar 8 orang dan hanya diminta mengisi daftar hadir, bukan persetujuan pergantian kepala sekolah.

“Orang tua wali murid telah tandatangan daftar hadir, berarti telah sepakat untuk melakukan pengusulan pemberhentian Kepsek TK perdamaian,” ujar Halima, mengulangi ucapan kepala UPTD saat rapat.

Hal ini senada dengan salah satu guru TK Perdamaian berinisial YN saat dihubungi via telepon (9/2/19) mengatakan tindakan kepala UPTD adalah tindakan yang tidak pantas dan memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat dalam menjalankan birokrasi dibawah dinas pendidikan.

“Tentu tindakan yang dilakukan kepala UPTD telah melanggar aturan dan menyelahgunakan wewenangnya. Jikalau pingin ganti kepala sekolah seharusnya kepala UPTD menghadirkan kedua bela pihak,” ungkapnya.

Tidak sampai di situ, YN juga mengungkapkan, dugaan kuat kepala UPTD telah manipulasi data pengusulan pemberhentian kepsek TK Perdamaian karena tidak disetujui orang tua wali murid.

“Orang tua wali murid rasa telah dibohongi, merekapun mendatangi kepala UPTD dan mengusulkan agar secepatnya menyurat ke dinas pendidikan untuk mengangkat kembali  Ibu Halima Wakanubun sebagai kepala sekolah TK perdamaian,” pintanya.

Sambung dia “namun, usulan orang tua wali murid seakan tidak dihargai oleh kepala UPTD, karena hingga saat ini janji tinggal janji tidak ada realisasinya. Sehingga dinas pendidikan kabupaten Halmahera Selatan secepatnya memberikan solusi, dan memberikan sanksi tegas kepada kepala UPTD kecamatan Obi,” tutupnya. (Farni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *