oleh

Ketemu Di Inspektorat, Kades Tutupa Nyaris Dihakimi Warganya

-Kabar Utama-1.954 views

Satu Tahun Tidak Menjalankan Tugas, Anggaran DD Rp. 544 Juta ‘Raib’

Anggota BPD Desa Tutupa, Damhar Kaimudin

LABUHA – Kesabaran warga Desa Tutupa Kecamatan Bacan Timur Tengah, nampaknya sudah mulai habis. Pasalnya, sejumlah masalah yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Desa Tutupa Julkifli Molle, hingga saat ini tidak mampu diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel), sehingga Kades Tutupa nyaris dihakimi warganya sendiri.

Kronologisnya, saat warga bersama Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tutupa (HIPPMAT) hendak mendatangi kantor Inspektorat Halsel, Selasa (12/2/19), untuk menanyakan hasil audit anggaran Dana Desa (DD) tahun 2017, ternyata Kades sudah duluan berada di kantor Inspektorat.

Emosi warga memuncak, karena kades yang ditunggu tunggu di Desa tapi tidak pernah ke Desa kurang lebih satu tahun, tapi kemudian hanya asik di Kecamatan Bacan Timur Desa Babang dan Ibu Kota Labuha. Melihat kades berada di Inspektorat, warga kemudian meminta Pegawai Inspektorat agar segera mengeluarkan Kades dari dalam, namun tuntutan tersebut di tolak, bahkan sejumlah Anggota Satpol PP yang bertugas kemudian menyelamatkan Kades melalui pintu belakang dan langsung kabur. Warga yang tidak terima kemudian mengamuk. Untung saja aksi tersebut dapat di lerai.

Perwakilan warga desa Tutapa saat bertemu dengan Sekretaris Inspektorat

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Damhar Kaimudin, yang mendampingi warga untuk bertandang ke Inspektorat, kemarin menyatakan,  Kades Zulkifli Molle sudah 1 tahun lebih tidak lagi melaksanakan tugas di Desa,  sehingga dalam kasus ini warga kesulitan bertemu Kades.

“Kami setiap hari cari pak Kades tapi dia tidak ada di Desa, setelah mengetahui bersangkutan ada di kantor Inspektorat kami langsung datangi kantor inspektorat, namun kades berhasil lolos,”ungkapnya.

Damhar menambahkan, sesuai data yang mereka terima dari Inspektorat, Kades diduga menyelewengkan anggaran Dana Desa (DD) dan ADD tahun 2017 senilai Rp. 544 juta (544.877.631).

“Jadi berdasarkan data temuan Inspektorat yang kami dapat itu terjadi ketekoran kas tahun 2017.senilai Rp 544 juta,”katanya.

Dari angka tersebut, kata Damhar, meliputi beberapa item kegiatan, diantaranya, seperti tungakan pajak yang belum di setor senilai Rp 13.547.417,  belanja barang juga tidak di ketahui keberadaanya sebesar Rp 20 juta,  terdapat kekurangan pada pembayaran insentif pengelola Posyandu Rp 7,6 juta, pengadaan bibit cengkeh ke masyarakat sebesar Rp 5 juta, belanja pada kegiatan pendirian Bumdes sebesar Rp 20 juta,  pembayaran bantuan Beras Miskin (Raskin) Rp 2 juta,  kekurangan pada pembayaran pembuatan Rompong sebesar Rp 5 juta dan sejumlah kegiatan lainya.

“Atas dasar temuan tersebut, kami berharap pihak penegak hukum sudah mulai melakukan penyelidikan. Selain itu, kami juga berharap pak bupati segera memberhentikan Kades Tutupa, karena sudah satu tahun kades tidak menjalankan tugas,”pungkasnya.

Sementara Bupati Halsel, Bahrain Kasuba dihadapan warga Desa Tutupa, meminta warga menindaklanjuti hasil temuan Inapektorat ke pihak penegak hukum, jika terbukti, maka kades dinonaktifkan.

“Hasil audit ditindaklanjuti, jika terbukti maka saya berjanji akan menonaktifkan Zulkifli Mole dari jabatan Kades Tutupa,”singkatnya.

(Cal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *