oleh

Mahasiswa Nilai Program RTLH dan Dapur Sehat Desa Rahmat Tidak Tepat Sasaran

Gelar Aksi Hingga Bakar Ban Bekas Didepan Kantor Desa

Belasan Mahasiswa dan Pelajar saat melakukan aksi didepan kantor Desa Rahmat, kecamatan Morotai Tmur

MOROTAI,Fokusmalut – Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bantuan Dapur Sehat di Desa Rahmat Kecamatan Morotai Timur di duga tidak tepat sasaran. Desa Rahmat termasuk yang mendapatkan bebarapa unit program RTLH yang merupakan program pemerintah dengan dana yang di kelola dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Morotai dengan nilai anggaran per unit rumah nya belasan juta rupiah.

Bantuan lewat rogram pemerintah yang tidak tepat sasaran itu disampaikan oleh belasan Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Mira (HPMM) saat menggelar aksi di depan kantor Desa Rahmat, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada Senin (3/1/2022).

Aksi belasan Mahasiswa dan pelajar yang digelar pukul  09.26.Wit itu memprotes kebijakan pemerintah desa dalam pembagian bantuan Dapur Sehat juga pemberian RTLH yang tidak tepat sasaran, masa aksi menilai ada diskriminasi dalam bantuan tersebut.

“ Dalam pembagian bantuan Dapur Sehat juga pemberian RTLH adalah pengambilan keputusan sepihak Pemerintah desa Rahmat tanpa melibatkan masyarakat banyak, ini sama halnya mengkhianati nilai-nilai demokrasi,” teriak korlap Ai H Said.

Korlap  Ai H Said bersama teman temannya menekan keras agar pemerintah desa (Pemdes) mengembalikan hak-hak masyarakat desa Rahmat atau dibagi tepat sasaran sebagaimana dimaksud dalam syarat-syarat penerima RTLH maupun bantuan Dapur Sehat yang harusnya mengacu kesitu.

“Aksi yang digelar institusi HPMM  adalah aksi kemanusiaan, bukan atas kepentingan segelintir orang atau ada tendensi politik,” teriak Demisioner HPMM Abdurrahman Saijati

Baca Juga:  Taufik Kurniawan Dipanggil KPK Untuk Pemeriksaan Perdana

Menurut masa aksi, Pemdes Rahmat harus berlaku adil, tidak boleh memprioritaskan pemerintah Desa, karena punya gaji dan pendapatan yang tetap.Bahkan masih lebih muda dan mampu bila dibandingkan dengan masyarakat.

Puluhan masa aksi ini menilai Pjs kepala desa Rahmat sangat tidak bertanggung menjawab.

“Kami minta Bupati Morotai untuk mengevaluasi Pjs Kades Pak Rustam Djauhar karena Pjs Kades dengan sengaja memberi bantuan bukan kepada warga kurang mampu melainkan kroni kroninya seperti perangkat desa dan warga yang mampu,” kecam Abdurrahman mewakili masa aksi.

Terpisah, PJs Kades Rustam Djauhar saat diwawancarai wartawan via WhatsAPP, membantah tuduhan masa aksi. Menurut Pjs Kades Rahmat, bahwa bantuan dapur sehat sebanyak 6 unit itu dibagi sudah sesuai mekanisme atas dasar rapat dengan Pemdes bersama BPD.

“Ada 6 unit bantuan dapur sehat, 4 unit dibagi ke perangkat desa termasuk ketua BPD dan 2 unit nya diberikan kepada ketua RT dan Operator desa,” ungkap Pjs Kades Rahmat ini.

Pjs kades juga beralasan, bantuan tersebut diberikan atas dasar musyawarah pada tanggal 14 September 2021 lalu. Dengan dasar itulah pembagian bantuan Rumah Tidak Layak Huni dan pembagian Dabur sudah dianggap sudah tepat sasaran, walaupun pada rapat masyarakat tidak dilibatkan.

Peliput : Lasurdin La Ode

Editor   : Sahmar Ebamz

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.