oleh

Mengendap di Polsek Makian, Kasus Penganiayaan Pelajar Tidak Ada Kejelasan Hukum

Tiga orang pelajar yang jadi korban penganiayaan di kecamatan Pulau Makian tiga bulan lalu (foto Ist)

HALSEL – Kasus penganiayaan terhadap sejumlah pelajar SMA dan SMP diduga dilakukan oknum warga salah satu desa kecamatan Pulau Makian pada 3 Maret 2021 lalu, masih mengendap di Polsek Pulau Makian.

Keluarga korban bernama Riski dan Dex kepada wartawan mengatakan, kasus penganiayaan terhadap tujuh orang pemuda desa Sangapati yang masih diduduk di bangku SMP dan SMA itu terjadi tiga bulan lalu. Kasus tersebut sudah dilaporkan di Polsek Pulau Makian, bahkan dari ketujuh  pelajar yang menjadi korban tiga orang pelajar mengalami luka serius dibagian wajah.

“Siangnya kejadian, malamnya kami pemuda dan keluarga korban langsung melaporkan ke Polsek untuk diproses secara hukum. Visum juga sudah dilakukan, kami ditemani salah satu anggota Polsek waktu itu namanya Pak Arman,” ungkap kedua pemuda desa Sangapati saat diwawancarai Wartawan baru baru ini.

Para Pemuda Sangapati dan keluarga korban sangat berharap proses hukum terhadap pelaku segera mungkin dilakukan oleh Polsek. Namun ironinya saat itu bahkan hinggi kini, laporan tersebut tak jelas nasibnya ditangan Polsek pulau Makian.

Pihaknya korban tidak perna mencabut laporan polisi dalam perkara yang menimpah keluarganya itu.

 “Sampai dengan saat ini kami belum pernah dan tidak pernah mencabut laporan polisi terkait kasus penganiayaan yang menimpah anak anak kami,” ungkap Dex sapaan akrab.

Kapolsek Pulau Makian IPDA Wawan Lauwanto saat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut mengatakan, dirinya tidak mengetahui kasus penganiayaan yang menimpah sejumlah pelajar itu.

Baca Juga:  KPK Resmi Tahan ‎Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro

“Setau saya kalau tanggal 3 Maret itu kasus penganiayaan anak sekolah hanya korban dari desa Ploli dan itu sudah selesai.  Mungkin, perkara ini sebelum saya menjabat Kapolsek Makian,” kata Wawan, Jumat  (4/6/21) lalu.

Kapolsek Pulau Makian juga mengaku hingga saat ini belum ada laporan Polisi atas kasus yang menimpa sejumlah pelajar dari desa Sangapati.

“Ia hanya hasil Visum saja waktu itu, kalau laporanya belum ada tu,” singkat Kapolsek kepada wartawan.

Sekedar diketahui penganiayaan terhadap ketujuh pelajar asal desa Sangapati itu  terjadi tiga bulan lalu, tiga diantaranya mengalami bengkak diwajah bahkan hingga jatuh pinsan akibat hantaman berat dari pelaku, ketiga korban itu yakni Ismail H Saiyan (Pelajar) Gunawan Rustan (Pelajar) dan Didi Riyadi Salim (Pelajar). Keluarga korabn berjanji masalah tersebut akan dikawal hingga kepersidangan jika tidak diselesaikan secepatnya.

(nox/Bz)  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *