oleh

Menghilang Selama Enam Tahun, Candra Kipu Akhirnya Ditangkap

-Kabar Utama-2.164 views

Kamis Terpidana Dibawa ke Ternate

Terpidana Kasus Rumput Laut Kabupaten Pulau Morotai Candra Kipu (ditengah) saat diamankan tim kejaksaan.

TERNATE – Menghilang selama enam tahun, terpidana kasus rumput laut Desa Kolorai Kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar) Kabupaten Pulau Morotai Candra Kupu akhirnya diciduk tim gabungan Intelejen Kejaksaan Agung (Kejangung) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara.

Candra Kipu sendiri di vonis bersalah melakukan tidak pidana kasus pengadaan rumput laut di Desa Kolorai Pulau Morotai sejak tahun 2012 silam oleh Pengadilan Negeri (PN) Ternate, setelah itu, terpidana mengajukan kasasi ke Mahkama Agung (MA) dan MA menjatuhkan hukuman penjara selama enam tahun berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI  Nomor : 928 K/PID.SUS/2012 tanggal tanggal 13 Juni 2012.

Namun sebelum putusan MA turun, masa tahanan Candra Kipu dinyatakan selesai, sehingga dibebaskan, tapi setelah putusan MA turun, Candra bukannya menyerahkan diri, tapi langsung melarikan diri, sehingga Kejati Malut menetapkan Candra sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Terpidana saat ini sudah diamankan di Desa Tolandadu 2, Kecamatan Bolang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara,”ungkap Kepala Seksi Penerangan Umum (Kasipenkum) Kejati Malut Apris Risman Lingua kepada wartawan,Rabu (30/1/19) malam.

Apris menjelaskan, penangkapan terpidana Candra Kipu berdasarkan Surat Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara nomor R-49/S.2.3/Ds1/11/2018 tanggal 21 November 2018 perihal Permohonan Bantuan Pencarian Terpidana Candra Kipu dan Putusan Mahkamah Agung RI  Nomor  928 K/PID.SUS/2012 tanggal tanggal 13 Juni 2012 yang memutuskan bahwa Candar Kipu dinyatakan bersalah dalam perkara kasus korupsi proyek Rumput Laut di Kabupaten Morotai tahun 2009 yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp. 2 miliar (2.767.967.750) dengan hukuman penjara selama 6 tahun dan denda Rp. 200 juta (200.000.000) serta uang pengganti sebesar Rp. 2 miliar (2.767.967.750).

Baca Juga:   Taufik : Jangan Seret KNPI Dalam Politik Praktis

“Direncanakan hari ini (Kamis, red) terpidana di bawa dari Bolaang Mongondow menuju Ternate menggunakan pesawat, namun pesawat apa belum diketahui, karena masih koordinasi dengan tim yang ada di Bolmong,”pungkasnya.

(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *