oleh

Panitia Haornas Tipu Siswa Paduan Suara

-Daerah-215 views
Puncak Kegiatan Haornas

 

TERNATE – Paska kegiatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang dilaksanakan di kota Ternate baru-baru ini sebagai tuan rumah, masih meniggalkan  masalah, bagaimana tidak. Panitia pelaksana kegiatan Haornas sampai saat ini belum melunasi uang bayaran (honor/fi) kepada siswa yang bertugas sebagai paduan suara  sesuai yang dijanjikan pada pelaksanaan haornas kemarin.

Hal ini terungkap ketika salah satu siswa SMA yang saat itu bertugas sebagai paduan suara mengatakan panitia Haornas tidak menepati janji sesuai yang disampaikan awal. Padahal paduan suara diambil dari siswa/siswi SMA Kota Ternate sekitar seratus siswa itu merasa dibohongi.

Siswa yang enggan menyebutkan namanya ini, menjelaskan, menjelang Haornas dirinya bersama teman-teman dari masing-masing sekolah (tingkatan SMA) di panggil untuk menjadi paduan suara. Dan dilakukan kerja sama antar panitia Haornas.

Dalam kerja sama itu kata dia, akan di bayar perorang sebesar RP.250 ribu, namum selepas dari kegiatan,tidak sesuai dengan pembayaran yang dilakukan oleh pantia Haornas. Yang dimaksud, Uang yang fi berilan panitia tidak mencapai Rp.250 ribu perorang.

“ Kita hanya diberikan Rp 100.000, padahal awalnya kata panitia Haornas nanti diberikan Rp. 250.00. itupun siswa yang tertentu saja yang dapat Rp.150.000,” ungkap salah satu siswi yang tidak mau namanya disebut.

Lebih parahnya lagi kata dia, Selepas dari acara para panitia Haormas menyuruh semua paduan suara membuka pakaian dan tidak usah dibawa pulang karena ditakut jangam sampai hilang. Namun, tidak semuanya lelaki yang ikut paduan suara, ada juga perempuan di dalamnya. “Kami dipaksa untuk suru buka baju, dan tidak usah dibawa pulang. Tapi kami ini perempuan bukan lelaki. Dan kami juga tidak ambil baju itu, tapi setidaknya diseruh pulang baru besoknya di kasi kembali,” kata dia.

Mendengar hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Ternate Sukarjan Hirto berjanji akan melakukan kordinasi kembali ke panitia pusat karena pihaknyalah yang mengeluarkan insentif atau Honor.

” Saya akan kordinasi dengan panitia pusat, karena mereka yang mengontrol persoalan anggaran itu,” kata Sukarjan

Dengan masalah tersebut, Sukarjan juga berjanji akan berkordinasi kepanitia agar ke depannya tidak terulang kembali dan menjadi satu masukan agar bisa evaluasi.  Sedangkan mengenai dengan pakaian yang dipakai oleh paduan suara, kata dia, juga akan dilakulan evaluasi terkait dengan masalah ini karena sudah tidak sesuai dengan penerapannya. Sedangkan paduan suara itu diambil dari tingkat SMA maka dari itu akan dilakukan kordinasi yang bail dengan panitia pusat,” tegas Dia (Qal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *