Hal ini terungkap ketika salah satu siswa SMA yang saat itu bertugas sebagai paduan suara mengatakan panitia Haornas tidak menepati janji sesuai yang disampaikan awal. Padahal paduan suara diambil dari siswa/siswi SMA Kota Ternate sekitar seratus siswa itu merasa dibohongi.
Siswa yang enggan menyebutkan namanya ini, menjelaskan, menjelang Haornas dirinya bersama teman-teman dari masing-masing sekolah (tingkatan SMA) di panggil untuk menjadi paduan suara. Dan dilakukan kerja sama antar panitia Haornas.
