oleh

Pembangunan Pasar Higenis Tahap II Bakal Dipindahkan ke Jalsel

-Daerah-215 views

JAILOLO – Pembangunan Pasar Higenis tahap II tahun 2019 yang rencananya di bangun di areal pasar Jailolo, nampaknya akan dibatalkan. Pasalnya, pembangunan pasar higenis tahap I yang saat ini dibangun di areal terminal Jailolo mendapat berbagai pro dan kontra dari pedagang maupun dari DPRD Halmahera Barat (Halbar), sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halbar melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) bakal memindahkan lokasi pembangunan pasar higenis tahap II tahun 2019.

” Saat ini pembangunan pasar higenis di areal terminal Jailolo itu pembangunan tahap I dan rencananya tahap II di areal yang sama, tapi ada pro dan kontra makanya untuk tahap II di tahun 2019 lokasinya dipindahkan ke tempat lain,”ungkap Kadisperindagkop-UKM Martinus Jawa yang dikonfirmasi wartawan focusmalut.  Jumat (9/11/2018) tadi.

Ia menambahkan, rencana pemindahan pasar higenis tahap II di Kecamatan Jailolo Selatan (Jalsel) itu karena di Jalsel juga direncanakan ada pembangunan pasar.

Dia mengatakan pembangunan pasar higenis merupakan program Pemerintah Pusat (Pempus) yang telah dicanangkan untuk dibangun di Pusat Kota Jailolo, namun terkesan terhambat, karena ada penolakan dari warga dan DPRD, jadi alangkah baiknya pembangunan tahap II dipindahkan, sehingga tidak menjadi polemik berkepanjangan.

“Pasar ini bukan dibangun menggunakan APBD, tapi pakai APBN, jadi kalau warga menolak pembangunan pasar, ya kita harus cari lokasi yang memang bisa diterima oleh semua warga,”jelasnya.

Terpisah Irawan salah satu pemerhati kebijakan publik menilai, pedagang yang menolak pembangunan pasar dan di dukung oleh sebagian anggota DPRD adalah langkah yang tidak substansi dan terkesan seperti anak kecil yang hidupnya mau dimanjakan.

” Prospek pembangunan saat ini adalah untuk jangka panjang, karena pembangunan suatu kota, pedagang bukan berkurang tapi akan bertambah, masa pedagang dan DPRD hanya berpikir saat ini dan tidak mau berpikir kedepan,”katanya.

Harusnya DPRD dan Pedagang, Irawan, mencarikan solusi untuk pembangunan terminal, bukan menggalkan program pemerintah yang ujung ujungnya untuk kepentingan rakyat.

” Terminal Jailolo sudah sekitar 20 tahun tidak berfungsi, tapi tidak pernah diproses, nah skarang lahan terminal dibangun pasar malah di protes, jadi saya berharap, pedagang dan Pemkab harus bersatu untuk pengembangan kota kedepan yang lebih baik, jangan berdebat yang ujung ujungnya pedangang yang rugi, karena Pemerintah tidak mau lagi membangun fasilitas,”pungkasnya.

(HB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *