oleh

Penegak Hukum Diminta Usut Dana Hibah KNPI Provinsi

-Daerah, Kota-859 views
Hendra Kasim

TERNATE – Pemerintah Daerah (Pemda) diminta untuk selektif dalam memberikan bantuan kepada organisasi kepemudaan seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Selektif dalam memberikan bantuan berupa dana hibah ke KNPI, karena fenomena dualisme KNPI di daerah merupakan ekses dari konflik KNPI di pusat yang berkepanjangan, namun demikian hanya satu organisasi kepemudaan yang memiliki legitimasi hukum, oleh sebap itu, sebagai organisasi kepemudaan yang bermitra strategis dengan pemerintah, baik itu pemerintah pusat dan daerah sepatutnya selektif dalam membangun hubungan dengan organisasi kepemudaan.

“Pemerintah perlu untuk melihat legitimasi dari setiap organisasi, apalagi yang berhubungan dengan keuangan negara,” ungkap Praktisi Hukum Hendra Kasim kepada wartawan, Rabu (24/7/19).

Hendra menambahkan, mengapa pemerintah harus selektif melihat legitimasi organisasi, baik dari pusat hingga daerah, karena pemberian bantuan berhubungan langsung dengan keuangan daerah, sehingga sangat rentan berdampak pada tindak pidana, karena keuangan negara diberikan kepada organisasi yang tidak memiliki dasar legitimasi yang kuat.

“Kami sarankan Pemda untuk selektif dalam membangun mitra kerja dengan organisasi pemuda, bahkan aparat penegak hukum juga harus mengawasi serta mengambil langkah hukum terhadap organisasi kepemudaan yang telah mendapatkan bantuan dana dari Pemda namun tidak memiliki legitimasi atau dasar hukum dari pemerintah,” tegas Magister lulusan UII Yogyakarta ini.

Hendra bahkan mencontohkan, dana hibah tahun 2019 yang katanya diterima oleh inisial SH, selaku Ketua KNPI Malut, sebesar Rp 500 juta, perlu diusut apakah organisasi kepemudaan penerima memiliki dasar legitimasi dari pusat hingga daerah atau tidak.

“Menurut saya hal tersebut perlu diseriusi aparat penegak hukum, karena melibatkan penggunaan keuangan negara dengan angka yang cukup fantasits,” cetus Hendra. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *