oleh

Polres dan Dekot Dinilai Gagal, Nasabah PT. Karapoto Mengadu ke Polda

-Kabar Utama-1.324 views

Polda Simpan Tempat Persembunyian Ardiyansah

Puluhan Nasabah PT. Karapoto mendatangi Ditreskrimsus Polda Malut untuk meminta bantuan memfasilitasi pertemuan dengan Direktur PT. Karapoto Fitri Puspita Hapsari

TERNATE – Polres dan DPRD Kota Ternate dinilai gagal mempertemukan nasabah PT. Karapoto dengan Direktur PT. Karapoto Fitri Puspita Hapsari. Akibat gagalnya pertemuan nasabah PT. Karapoto dengan Fitri Puspita Hapsari yang difasilitasi oleh Polres dan DPRD Kota (Dekot) Ternate, pada Senin (18/3/19) tadi nasabah PT. Karapoto mendatangi Diretorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Malut untuk meminta bantuan memfasilitasi pertemuan Nasabah dan Fitri. Kedatangan para Nasabah ke Polda Malut itu, untuk mencari solusi atas permasalahan investasi yang hingga kini belum ada titik terang, karena upaya mediasi yang dilakukan oleh Polres Ternate dan DPRD Kota Ternate beberapa waktu gagal dilakukan, karena Polres maupun DPRD Kota Ternate gagal menghadirkan Fitri Puspita Hapsari.

“Ditreskrimsus sudah merespon dan katanya dalam waktu dekat akan memfasilitasi kami dan menghadirkan Fitri Puspita Hapsari,”kata Muhammad Ibrahim, salah satu nasabah yang ditemui di Polda Malut, Senin (18/3/19).

Saat ini, kata Ibrahim, nasabah telah mempersiapkan langkah hukum baik secara pidana maupun perdata, namun langkah tersebut akan dilakukan jika sudah ada pertemuan antara nasabah dan Fitri.

“Kami akan ambil langkah setelah pertemuan mediasi dengan Fitri selesai. Kami anggap Polres dan DPRD gagal,”cetusnya.

Sementara, Nur Ahmad salah satu nasabah lainnya mengaku, berdasarkan data jumlah nasabah untuk wilayah Kota Ternate mencapai 4 ribu lebih.

“Kami akan golput, jika tidak ada titik terang soal dana investasi,”katanya.

Terpisah Wakil Direktur Reskrimsus Polda Malut, AKBP Dedy Kurnia Tri menjelaskan, para nasabah meminta untuk dipertemukan dengan Fitri untuk mengetahui secara pasti soal dana yang sudah diinvestasikan, olehnya Wadir Krimsus menyarankan jika proses mediasi itu tidak bisa melahirkan solusi maka, nasabah bisa menempuh jalur hukum baik pidana maupun perdata.

“Kami juga menyampaikan ke nasabah untuk memisahkan investasi mereka itu, dengan PT. Karapoto, karena tidak ada hubungan PT. Karapoto dengan investasi mereka, sehingga nasabah tidak salah dalam menuntut dan memperjuangkan nasib mereka,”jelas Wadir.

Perwira Dua bunga itu menjelaskan tentang perbedaan antara PT. Karapoto dan investasi ilegal di Dufa-Dufa. Menurutnya, PT Karapoto adalah perusahaan fintech yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu bergerak dalam bidang Finansial teknologi. Kegiatan yang dilakukan oleh PT Karapoto di kelurahan Stadion Ternate, menggunakan platform Website, sehingga pemilik modal dan nasabah itu akan dipertemukan dalam website tersebut.

“Tapi investasi di Dufa-dufa hanya secarik kertas dan kwitansi yang kemungkinan akan sulit dipertanggungjawabkan. Bahkan kami yakin, para leader-leader itu tidak ada surat ikatan kerja,”ungkapnya.

Disentil terkait keberadaan Ardiansyah, Wadir mengaku, pihaknya telah mengetahui keberadaan Ardiansyah, namun pihaknya enggan membeberkan tempat persembunyian Ardiansyah, karena status Ardiansyah belum menjadi tersangka.

“Kami belum bisa beritahu ke media, di mana lokasi Ardiansyah. Kami sekarang lagi kumpulkan bukti-bukti yang mengarah ke Ardiansyah,”katanya.

(Fifi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *