oleh

Polres Halsel Amankan Ribuan Botol Miras Jenis Cap Tikus

-Hukrim-1.937 views
Konferensi Pers Yang Dipimpin Oleh Kaplores Halsel, AKBP M. Faishal Aris, S.IK, MM, dan Kabag Ops, AKP Naim Ishak Bersama Wartawan Halsel. [ Foto : IL/Fokus Malut ]

LABUHA – Kepolisian Resort (Polres) Halmahera Selatan, menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat) dengan Sandi Kieraha II yang dilaksanakan selama 14 hari mulai pada tanggal 26 November 2019 sampai dengan tanggal 9 Desember 2019.

Hasil Operasi Pekat Kierah II Polres Halsel, dalam konferensi Pers yang berlangsung di Aula Polres Halsel dipimpin Kapolres, AKBP. M. Faishal Aris dan Kepala bagian operasional (Kabag Ops), AKP Naim Ishak, Kamis, (12/12/2019).

Kapolres dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi itu dilakukan secara serentak dijajaran Polda Malut dengan berbagai sasaran yang berkaitan dengan penyakit masyarakat (Pekat) seperti Premanisme, Narkoba, Miras, Prostitusi dan senjata tajam.

“Semua ini menjadi target Operasi Pekat dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kriminalitas di wilayah hukum Polres Halsel,” ucap Kapolres.

Selanjutnya, Kapolres juga menuturkan Operasi Pekat yang dilaksanakan menjelang akhir tahun, Polres Halmahera Selatan menjadikan minuman keras (Miras) sebagai target utama menjelang Natal dan tahun baru.

“Selama 14 Hari ini operasi pekat dilaksanakan dan kami telah berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 739 kantong, 438 botol dan 56 liter cap tikus serta Saguer sebanyak 5.690 liter,” tuturnya.

Selain itu AKBP M. Faisahal Aris juga menyebutkan beberapa tempat penyulingan cap tikus yang berhasil ditemukan serta jumlah pelaku yang mengkonsumsi minuman keras  dan penjual atau pengedar minuman keras.

“Tempat panyulingan miras yang berhasil ditemukan diantaranya, 2 lokasi di hutan Desa Tomori, 2 di Desa Hidayat, 6 di Desa Marabose, 2 di Desa Wayamiga dan 11 lokasi di Desa Panamboang, dan pelaku yang mengkonsumsi minuman keras sebanyak 39 orang, penjual 12 orang, penjual atau pengedar sebanyak 12 orang dan produsen minuman keras sebanyak 8 orang,” sebutnya.

Kabag Ops, AKP Naim Ishak mengatakan, saat ini Polres Halsel telah melakukan penyelidikan kepada 6 pelaku pembuat miras jenis cap tikus. Yang berinisial BLDS (34) dan YM yang memproduksi Captikus di Desa Hidayat belakang Bandara Oesman Sadik, OP (55) dari Desa Hidayat, SN (71), AM (42) dan YF (43) dari Desa Marabose.

“Ke enam pelaku disangkakan pasal 140 UU No 18 Tahun 2012 pasal 86 ayat 2 tentang pangan. Pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda sebesar empat milyar rupiah,” kata AKP Naim Ishak.

“Untuk pelaku yang lainnya masih dalam pengembangan oleh Reskrim Polres Halsel,” sambungnya. [ IL FCS ]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *