oleh

Hendri Badar : Kami Harap Masyarakaat Lebih Bijak Gunakan Media Sosial

-Hukrim-192 views

TERNATE – Penanganan kasus Informasi Teknologi dan Elektronik (ITE) yang ditangani oleh Subdit II Fismondev Reskrimsus Polsa Malut, tahun 2018 meningkat, ketimbang 2017.

Juru bicara AKPB Hendri Badar didampingi Kaur Penum AKP Hefrizon mengakau, undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang kasus ITE untuk tahun ini, penanganan tindak pidana perkaranya meningkat terkait ujaran kebencian diberbagai media sosial.

Bahkan sebagian tersangka dan barang bukti telah diserahkan di Kejaksaan karena dinyatakan tahap II. Hendri merencikan, untuk tahun 2018 sebanyak 11 Laporan Polisi diantaranya 4 kasus sudah tahap I, 7 kasus dalam proses penyidikan serta 1 kasus merupakan laporan tahun 2017 yang sudah tahap II.

Menurut Hendri, jika dibandingkan tahun 2017 terdapat 5 Laporan Polisi, 6 kasus yang sudah tahap II, namun ada 2 kasus yang merupakan laporan polisi tahun 2016.

” Jadi Laporan Polisi untuk tahun 2018 mengalami kenaikan 6 LP atau 120 persen ketimbang 2017 hanya berjumlah 5 LP,” ungkap Hendri dalam pres rilisnya, Kamis (1/11).

Selain itu, lanjut Hendri, untuk insial para tersangka tahun 2018 dinatarannya IH, DJG, BM, LR, D, SR, MK serta Insial A yang bukan September kemarin ditangkap karena terlibat kasus penipuan investasi penipuan melalui media sosial.

Hendri menegaskan penangan kasus -kasus penipuan, maupun ujaran kebincian, hoax, dan SARA yang terjadi media sosial ancaman hukumannya paling berat.

” Para tersangka yang terjerat UU ITE   diancam 6 tahun penjara dengan denda 1 milyar. Kami berharap kasus semcama ini agar lebih hati-hati dan bijak mengunakan media sosial,” pinta Hendri. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *