oleh

Polres Halsel Beberkan 32 Desa Penyalahgunaan ADD dan DD

-Daerah-1.671 views
Press Release Polres Halsel, terkait hasil Audit 32 Desa oleh Inspektorat | Foto: ieL

Halsel, FocusMalut.com | Sebanyak 32 Desa Kategori Penyalahgunaan alokasi anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2017-2018 dalam tahapan penyelidikan oleh Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan (Halsel).

Penyalahgunaan alokasi anggaran Desa ini berdasarkan temuan Tim Audit Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan yang diserahkan pada, Selasa (26/2/19) lalu, ke Penyidik Polres Halmahera Selatan.

Dalam Press Release yang berlangsung Pukul 10.00 Wit di Aula Polres Halsel, Jumat (1/3/19), Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Agung Setyo Wahyudi, SH, SIK menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami temuan hasil audit tersebut.

Untuk keperluan penyelidikan dan penyidikan Polres akan memanggil Kepala Desa maupun Carateker yang menjabat pada tahun 2017-2018 untuk dimintai klarifikasi.

“Laporan hasil audit dari tim Inspektorat Sudah kami terima, Selanjutnya akan didalami oleh tim penyidik Polres Halsel. Kami juga akan memanggil Kepala Desa maupun karateker yang menjabat tahun 2017-2018 untuk klarifikasi,” ungkap AKBP Agung Setyo Wahyudi, Kapolres Halmahera Selatan pada Press Release, Jumat (1/3/19).

Inspektorat dan Kepolisian, lanjut AKBP Agung Setyo Wahyudi, merupakan dua lembaga dengan ranah yang berbeda.

“Audit Anggaran ranahnya Inspektorat dan Penanganan lanjutan menjadi tugas kepolisian,” tambah Kapolres.

Alokasi anggaran Dana Desa dan Dana Desa (ADD-DD) Merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintah. Tentunya memiliki tujuan untuk pembangunan, pemerataan wilayah demi kesejahteraan masyarakat Desa.

Baca Juga:  JMMU Untuk Donggala-Palu

Berdasarkan laporan temuan hasil Audit Inspektorat yang diterima oleh Polres Halmahera Selatan sebanyak 32 Desa diantaranya, 1) Desa Akegula, 2) Desa Indari, 3) Desa Bisori, 4) Desa Palamea, 5) Desa Air Mangga Indah, 6) Desa Lailui, 7) Desa Nang, 8) Desa Kasui, 9) Desa Weri, 10) Desa Kondang, 11) Desa Bisui, 12) Desa Akedabo, 13) Desa Waya, 14) Desa Bobo, 15) Desa Kawasi, 16) Desa Pasipalele, 17) Desa Kukupang, 18) Desa Arumamang, 19) Desa Lata-Lata, 20) Desa Jojame, 21) Desa Nusababullah, 22) Desa Yaba, 23) Desa Babang, 24) Desa Sayoang, 25) Desa Goro-goro, 26) Desa Sawadai, 27) Desa Kubung, 28) Desa Tawa, 29) Desa Songa, 30) Desa Amasing Kali, 31) Desa Marabose dan 32) Desa Amasing Kota Utara.

Kepada sejumlah media Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) AKP Gede Agus Putra Atmaja SH, SIK, Menuturkan bahwa hasil audit 32 Desa ini segera ditindak lanjuti.

Pihak yang terkait langsung dalam pengelolaan Anggaran Desa seperti Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Bendahara akan diundang untuk klarifikasi lanjutan dan pencocokan data. (ieL Fcs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *