oleh

Soal Sektor Pariwisata, Samad Sebut Ibnu Tidak Paham Anggaran

-Daerah-1.241 views
Samad Moid

JAILOLO – Pernyataan Wakil Ketua I DPRD Halmahera Barat (Halbar) Ibnu Saud Kadim, terkait menghilangkan pengembangan sektor pariwisata ditanggapi anggota DPRD Komisi III.

Anggota Komisi III Samad Hi. Moid kepada wartawan, Senin (18/3/19) menilai, pernyataan Ibnu bukan membawa atas nama lembaga, tapi atas nama pribadi, karena Ibnu yang kapasitasnya selaku Wakil Ketua merupakan juru bicara dan kalau menyampaikan pernyataan harus ada persetujuan Fraksi, jadi kalau tidak ada persetujuan fraksi maka itu pernyataan pribadi.

“Pak Ibnu jangan seenaknya menggunakan jabatan lalu berkomentar liar, karena semua kebijakan harus ada persetujuan DPRD,”tegas Samad.

Mantan Wakil Ketua DPRD itu menegaskan, jika Ibnu menyatakan bahwa keterbatasan anggaran, sehingga pengembangan sektor pariwisata dihentikan, maka Ibnu salah besar dan tidak memahami struktur anggaran, karena untuk mendapatkan anggaran DAK dari Pusat, harus ada dana sering dari Pemerintah Daerah dan itu sudah disahkan melalui APBD 2019, sehingga saat ini DAK Pariwisata melonjak naik kurang lebih Rp. 6 miliar.

“Kalau pak Ibnu ingin menghentikan pengembangan sektor pariwisata Halbar, itu sama halnya pak Ibnu menentang kebijakan pemerintah pusat, karena pariwisata Halbar sudah masuk dalam kalender event nasional dan keinginan pak Ibnu menghentikan sektor pariwisata sama halnya membunuh ekonomi masyarakat Desa Bobanehena, Tuada dan Lako Akelamo,”tegasnya.

Samad menjelaskan, memang betul pariwisata tidak boleh dibiayai menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU), karena pembiayaan Gaji dan membayar hutang saja, maka tidak cukup untuk membiayai sektor pariwisata, olehnya itu diwajibkan Pemda mengalokasikan anggaran dana sering 10 persen, sebagai syarat untuk menerima DAK dari Pusat.

“Jadi membangun pariwisata jangan hanya terpaku pada APBD, karena anggaran dari Kementrian juga ada, sehingga pak Ibnu jangan membuat pernyataan seakan akan pasrah dan diibaratkan masyarakat sudah tenggelam, tapi pak Ibnu tidak mau membantu, kemudian turut serta menenggelamkan masyarakat,”cetusnya.

(HB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *