oleh

Tilep Anggaran Beasiswa, SeOPMI-Haltim Sesalkan Sikap PT Antam

-Daerah-1.976 views
Amir Arfak, Ketua Umum SeOPMI-Haltim. [ Foto : IL/Fokus Malut ]

TERNATE – Ketua Umum Sentral Organisasi Pelajar Mahasiswa Indonesia Halmahera Timur (SeOPMI-Haltim), menyesalkan sikap PT Antam yang akhir-akhir ini mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat maupun mahasiswa Halmahera Timur yang sementara ini menuntut ilmu dibeberapa kampus ternama di Kota Ternate.

“Ada mahasiswa Universitas Khairun, Universitas Muhamadya Maluku Utara, STIKIP KIE RAHA bahkan IAIN Ternate,” kata Amir saat diwawancarai wartawan, Kamis (5/12/2019).

Amir menjelaskan, kebanyakan Keluhan mahasiswa terkait penerapan beasiswa Antam yang kurang maksimal atau tidak tepat sasaran.

“Pengurusan yang begitu rumit bahkan pembagian nominal beasiswa yang tidak merata, semacam pemotongan dari angka nominal yang telah di sepakati oleh PT Antam,” jelasnya.

Bukan hanya itu, Amir juga membeberkan beberapa kasus yang ditemuinya pada saat berada dilapangan. Permasalahan itu diantaranya, mahasiswa lingkar tambang wilayah (Ring 1) terhitung dari Desa Tewil sampai Desa Pekaulang, sampai saat ini tidak mendapatkan Beasiswa.

Sementara itu, masih kata Amir menuturkan alasan pemotongan Beasiswa dari Tim Verifikasi sangat tidak rasional. Pasalnya, pemotongan itu dengan alasan ganti rugi atas penerapan UU Minerba Nomor 4 Tahun 2009.

“Pemotongan yang dilakukan pun bervariasi, semakin besar uang semester maka semakin besar presentasi pemotongan per mahasiswa, terhitung mulai 65% dan 45%,” sebut Amir.

“Sejauh ini tidak ada sosialisai terhadap mahasiswa wilayah Ring 1 terkait dengan pemotongan beasiswa atau ganti rugi yang dilakukan oleh pihak Antam maupun tim verifikasi, ” tambah Amir dengan nada sesal.

Atas tindakan tersebut, Amir Selaku Ketua Umum SeOPMI-Haltim, menilai tim verifikasi yang telah dimandatkan oleh PT Antam untuk mengurusi setiap pengajuan beasiswa oleh mahasiswa, terkesan tidak serius dan mempersulit mahasiswa Haltim untuk mendapatkan haknya yang diberikan PT Antam.

Dia juga mengingatkan, jika tim verifikasi tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, “Saran saya tim verifikasi ini lebih baik dibubarkan atau ketua tim verifikasi di gantikan karena terkesan tidak fokus dalam menjalankan tugasnya. sebab Ketua Tim Verifikasi Alen Goelaw selain sebagai ketua tim verifikasi juga sebagai Kadispora Kabupaten Haltim. Ini kan rangkap jabatan dalam dua institusi pemerintahan, ASN dan BUMN,” beber Amir.

Atas permasalahan tersebut, Pengurus SeOPMI-Haltim berharap kepada PT Antam agar serius menyoroti masalah ini.

“Kami berharap permasalahan ini jangan sampai berlarut-larut karena ini menyangkut hajat mahasiswa Haltim yang sedang duduk di bangku pendidikan,” tutupnya. [ IL Fcs ]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *