oleh

Berkas Aduan Mustain Cun Resmi Diterima Polres Halsel

-Kabar Utama-1.160 views
Dewan Pembina LIN, Alim R. Adam Didampingi Ketua LSM Peduli Pembangunan Nasarudin Kausaha, Dkk. Saat Menyerahkan Berkas Aduan Korban Laka Tunggal Atas Nama Mustain Cun (37) Kepada Anggota Polres Halsel Bagian SPKT Didampingi, Ketua LSM Peduli Pembangunan Nasarudin Kausaha, Ketua LIN Isra Hamus dan Sekretaris Bahri Hamid Serta Ketua LSM LIRA Samsudin Kalam. [ Foto : IL/Fokus Malut ]

LABUHA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Investigasi Negara (LIN), LSM Peduli Pembangunan dan LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Halmahera Selatan pekan lalu mendatangi Mapolres Halsel untuk memasukan berkas aduan korban Laka tunggal atas nama Mustain Cun (37).

Aduan kedua LSM ditujukan kepada para pemilik lubang tambang emas yang diketahui berstatus sebagai pegawai negeri sipil (Guru dan Bidan) terkesan lepas tangan dengan kasus tersebut. Padahal, korban saat ini tangan kanannya telah diamputasi akibat tertimpa batu besar saat bekerja dalam lubang tambang emas kedalaman 200 metet milik Abu Ali dan Wiratma Nelza Akmal.

Dewan Pembina Lembaga Investigasi Negara, Alim R. Adam saat dikonfirmasi, Rabu, (4/12), membenarkan bahwa kasus ini dikategorikan Kasus Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang mana upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya.

Nasib Mustain Cun (37) bekerja sebagai penambang emas di desa Anggai kecamatan Obi, mengalami kecelakaan kerja yang berujung pada PHK. Tidak cukup disitu saja, pihak manajemen tidak memberikan uang/pesangon saat memPHK korban.

Alim menambahkan, kasus-kasus kecelakaan kerja di sektor pertambangan ini sering terjadi, bahkan menurut pengakuan korban (Mustain-red) mereka bekerja menggunakan sistem work shift, setiap buruh bisa kebagian shift siang atau malam tetapi tidak menggunakan Safety Plan.

Kondisi Korban Laka Tambang, Mustain Cun (37) Bersama Anak dan Istri, Paska Diamputasi Tangan Kanannya. [ Foto : IL/Fokus Malut ]

Sementara itu, Ketua LSM Peduli Pembangunan, Nasarudin Kausaha menuturkan, pemilik lahan tambang telah mengabaikan tugasnya sebagai majikan, “kasus ini pastinya telah dikuasakan korban terhadap kami. Ini artinya langkah demi langkah sudah kami lakukan, seperti mengecek data tambang di kantor ketenagakerjaan,” cetus Nasarudin saat ditemui wartawan, Rabu (4/12/2019).

Selain itu, ketua LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Syamsudin menegaskan surat pengaduan telah disampaikan ke Polres Halmahera Selatan, ” laporan lanjutan kami langsung ke Polda Malut,” ungkapnya.

Kapolres Halmahera Selatan, AKBP M. Faishal Aris, S.Ik, ketika dikonfirmasi seakan tidak tahu dengan kasus ini, “tolong ke Kapolsek Obi Ipda Kristofel yah, untuk lebih jelasnya,” singkat Kapolres saat dikonfirmasi Via WhatsApp.

Terpisah Kapolsek Obi, IPDA Kristofel saat dikonfirmasi media ini merasa kaget. Pasalnya, beberapa pekan lalu kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Bukannya kasus ini telah diselesaikan? Nanti besok (hari ini) saya perintahkan Kanit agar ke Labuha ketemu dengan Korban,” jelas Kapolsek Obi, IPDA Kristofel saat dihubungi wartawan Via Handphone, Selasa (3/12) tadi malam.

Hingga berita ini dipublish, Nasarudin menyampaikan, korban belum juga didatangi Pihak Polsek Obi, “untuk itu secepatnya kami akan melayangkan surat resmi ke Polres agar hering bersama dengar pendapat sekaligus mendesak Kapolres untuk membentuk tim unit kecil menuju lokasi tambang,” akhirnya. [ IL Fcs ]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *