Tono: Pilih Pemimpin Pro Rakyat

Baca Juga:  Sherly Tjoanda Gantikan Mendiang Suaminya Benny Laos Dalam Pilgub Malut

Tono menilai, gaya kepemimpinan yang diterapkan pejabat saat ini adalah model kepemimpinan yang hanya berorientasi pada hura-hura dan kekuasan.

“Pemimpin seperti itu keliatan berpihak saat ada momen, dan lebih berpihak bawa artis joget joget. Tidak boleh lagi pilih yang begitu begitu bapak ibu, itu sebuah pemborosan itu,” kesalnya.

Praktik pemerintahan seperti ini, kata dia sedang terjadi di kecamatan Taliabu selatan, terutama oleh oknum Pejabat Kepala Desa. Apalagi dimomentum pemilukada saat ini, praktek kepemimpinan model tirani yang tampak sewenang-wenang dan otoriter.

“Saya mau sampaikan pada bapak ibu yang memberi mandat ke saya sebagai anggota DPRD, Kepala Desa yang gila gila itu nanti ya, tunggu kalian, aparatur itu penggerak rakyat, jadi kalau ada Kepala Desa yang statusnya ASN ancam – ancam rakyat eksekusi dia. Kepala Desa model apa yang ancam orang di jalan jalan, kerja papancuri, sudah potong-potong uang rakyat ancam orang lagi,” teriak Tono Himalaya disahut teriakan sepakat warga Pencado – Maluli malam itu.

Cucu pertama Tomas Rete yang ditokohkan masyarakat Kadai dan Mange di pantai Selatan Taliabu itu membeberkan bahwa selama masa kepemimpinan bupati saat ini telah menghabiskan uang rakyat triliun rupiah, namun belum berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di desa.

“7 triliun so abis listrik saja tidak ada, yang ada hanya pejabat kepala desa yang ancam ancam orang di kampung. Dan yang saya heran lagi, sekarang di hampir semua rumah sudah ada anak anak yang sarjana tapi masih takut pemimpin kaya begitu. Kita sepakat ya, kita sepakat untuk usir kepala kepala desa yang kurang ajar dari tanah ini,” ajak Tono disambut teriakan setuju oleh warga. (*****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *