oleh

Tunggakan BPJS Tak Pengaruhi Pelayanan RSUD Labuha

-Daerah-975 views

Direktur RSUD Labuha, Asia Hasjim (foto: Zayan Fcm)

HALSEL – Meski Badan Penyelengara Jaminan Kesehatan (BPJS) Cabang Labuha memiliki tunggakan kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), namun pelayanan kepada pasien, khususnya pemilik kartu BPJS tetap berjalan normal.

Direktur RSUD Labuha, Asia Hasjim, membenarkan tunggakan yang belum dibayarkan BPJS, sedangkan untuk pelunasan tagihan tunggakan tersebut yang ditaksir ratusan juta rupiah lebih, pihaknya sudah melakukan
klaim untuk bulan November hingga Desember 2019 sebesar Rp800 juta. Menurut Asia, Setiap tahun tunggakan BPJS Labuha tidak dituntaskan

“Yang kami lakukan adalah terus mengajukan klem ke BPJS untuk merealisasikan tunggakan, pelayanan kepada masyarakat. Khususnya pemegang kartu bpjs tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya ketika di konfirmasi Senin (2/3/20) kemarin.

Masyarakat diminta tidak khawatir dengan besarnya tunggakan BPJS, karena RSUD menjamin pelayanan kepada masyarakat tetap dilakukan dengan optimal, sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan SOP yang benar.

Asia menjelaskan tunggakan sebesar itu tidak mempengaruhi, operasional rumah sakit karena ada pendapatan Rumah sakit (PUD) atau jasa pelayanan ditambah subsidi setiap tahun dari Pemda senilai Rp 20 miliyar yang di dalamnya sudah teringklut gaji honorer dan dokter, obat serta keperluan lainnya.

“Dengan penghasilan jasa pelayanan yang kami kelola sendiri serta subsidi Pemda tentu sangat membantu pihak RSUD sampai saat ini kami masih mampu membiayai sendiri,” jelas Asia

Di tempat terpisah, salah satu pasien BPJS di RSUD Ani, mengeluhkan antrian panjang setiap harinya, bahkan antrian bisa memakan waktu 3 jam, itupun pasien yang berobat diwajibkan melengkapi rujukan di faskes terdekat, salah satunya Puskesmas.

“Kalau masalah klaim berobat terkait BPJS tidak ada masalah, yang kami keluhkan selama ini adalah antrian panjang, kalau bisa pihak RSUD Labuha memperbanyak loket loket baru, guna mengurai antrian panjang,” tukasnya.

(Bz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *