oleh

2018, DKP Morotai Melebihi Target PAD

-Pulau-1.017 views

Tahun Ini Target PAD Rp. 2,3 Miliar

Kepala DKP Pulau Morotai, Suriani Antarani

MOROTAI – Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Morotai patut diapresiasi. Pasalnya, dinas yang dipimpin Suryani Antrani itu, berhasil melebihi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018. Target PAD yang ditargetkan tahun 2018 sebesar Rp. 1,72 miliar, namun DKP berhasil memungut PAD sebesar Rp. 1.77 miliar.

“Karena capai target, makanya tahun ini kita diberi target PAD sebesar Rp. 2,3 miliar,”ungkap Kadis DKP Morotai Suryani Antarani ketika di konfirmasi, Minggu (3/2/19).

Menurut Suryani, target PAD tahun ini bisa dicapai, karena ada bantuan Armada tangkap dari Pemerintah Pusat (Pempus), olehnya itu, pihaknya akan memaksimalkan bantuan yang ada untuk bisa menarik PAD yang telah ditargetkan.

Suryani juga menjelaskan, pencapaian target PAD itu, karena adanya Sentral Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) yang telah diaktifkan sejak tahun 2018, sehingga ekspor ikan ditahun 2018 sudah dilakukan sebanyak lima kali.

“Hasil PAD dari ekspor Rp. 500 juta, bahkan bukan itu saja, ada juga retribusi dari sewa Cold Stroage dan sektor lainnya,”jelasnya.

Mantan Kadis Sosial Morotai itu mengaku, untuk tahun ini, pihaknya sudah siap melakukan ekspor ikan sebanyak lima kontainer dengan berat 65 ton, sehingga jika dihitung sejak tahun 2018, maka ekspor kali ini sudah masuk ekspor yang ke enam kali.

“Saat ini ekspor belum bisa dilakukan karena kapal tol laut belum lancar beroperasi di Morotai, jika kapal tol laut lancar, maka ekspor ikan juga lancar, karena stok ekspor selalu siap. Dari 65 ton ikan yang siap ekspor itu, sesuai hitungan PAD yang akan diterima Rp 195 juta, karena satu kilo ikan PAD yang dipungut Rp 3 ribu,”tandasnya.

Ia menambahkan, dari hasil kerja keras dan terus mendapat bimbingan Bupati Benny Laos, bukan saja PAD yang didapat, tapi negara juga mendapat hasil, karena setiap ikan yang diekspor hasilnya masuk ke Devisa penerimaan negara. Hal itu bisa dilihat, pada saat ekspor perdana sebanyak 32 ton, hasil ekspor yang masuk kas negara Rp 2,9 miliar.

“Jadi kalau ekspor 65 ton ikan yang saat ini sudah kita siapkan, mak devisa yang masuk ke kas negara kurang lebih Rp 15 miliar,”pungkasnya.

(Nal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *