oleh

Anggaran Rumah Adat Rp 1,7 Miliar Diduga Siluman

Anggaran 2017 dan 2018 Hanya Direalisasikan Rp. 158 Juta

Kawasan rumah adat di areal wisata pohon Karet Kabupaten Halmahera Selatan (foto Istimewa)

BACAN – Anggaran pembangunan 14 rumah adat di areal wisata pohon Karet Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tahun 2017 sebesar Rp 905 juta diduga siluman.

Pasalnya, alokasi anggaran pembangunan rumah adat yang dianggarkan melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim-LH), telah dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017, sebesar Rp 905 juta namun anggaran sebesar itu tidak direalisasikan, bahkan ditahun anggaran 2018, Disperkim-LH kembali mengalokasikan anggaran rumah adat Rp 905 juta, sehingga anggaran pembangunan rumah adat yang dianggarkan dua tahun anggaran yakni 2017 dan 2018 mencapai Rp 1,7 miliar, diduga siluman.

Terkait dugaan anggaran rumah adat Rp 1,7 miliar yang diduga siluman itu, Bendahara Disperkim-LH Lukman Lajia yang dikonfirmasi wartawan kemarin, menjawab dilematis dan membomkar bahwa anggaran pembangunan rumah adat tahun 2017 dibebankan melalui masing masing SKPD, namun tidak terealisasi, sehingga anggaran tersebut di dorong melalui anggaran perubahan 2017, namun tidak juga terealisasi.

“Jadi anggarannya tidak ada realisasi sama sekali, biar satu persen pun, bahkan di APBD-Perubahan 2017 pun tidak ada,” aku Lukman.

Lukman menjelaskan, anggaran pembangunan rumah adat yang dianggarkan melalui APBD dipangkas, sehingga yang direalisasikan hanya dua item kegiatan yang dibayar yakni Rumah Adat Manado dan mushollah dengan total anggaran Rp 185 juta.

Baca Juga:  Pemda Menaruh Harapan Kepada NU Cabang Taliabu

“Jadi Rumah adat Manado dan Masalah dibangun oleh pihak ketiga, bukan SKPD. Dan anggaran di tahun 2018 itu, dibayar ke pihak rekanan, berdasarkan rekomendasi dari inspektorat. Jadi hanya rumah adat Manado dan mushollah ini yang terbawa hutang bawaan, sehingga dibayar pada 2018,” jelasnya.

Untuk diketahui, anggaran rumah adat dianggarkan dua tahun anggaran yakni 2017 Rp 905 juta dan tahun 2018 Rp 905 juta, namun dalam perjalanan, anggaran tersebut hanya direalisasikan Rp. 185 juta, sehingga ada anggaran sebesar Rp 1,7 miliar diduga siluman atau fiktif.  (Bz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *