oleh

Bawaslu Halsel Evaluasi Kinerja Pegawai Sekretariat

-Politik-1.062 views
Peserta PPNPNS saat mengikuti tes di SMK Muhammadiyah Bacan (Foto:Humas Bawaslu Halsel)

HALSEL –  Dalam upaya meningkatkan kinerja Sekretariat, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Halmahera Selatan melaksanakan evaluasi kinerja Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil (PPNPNS) tahun 2020. Hal ini dilakukan dalam rangka perpanjangan kontrak kerja PPNPNS tahun 2020, yang dilaksanakan di gedung Laboratorium Komputer SMK Muhammadiyah Bacan pada Selasa (21/01/2020) sore secara serentak di seluruh Indonesia.

Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Kamil Muis, mengungkapkan, Evaluasi PPNPNS dilingkup Sekertariat Bawaslu Halsel ini dilakukan setelah diterbitkannya surat edaran dari Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Dr Gunawan Suswantoro dengan nomor 0031/Bawaslu/SJ/KP.01.00/I/2020 pada tanggal 13 Januari 2020

Menurut Kamil, sesuai petunjuk teknis, peserta evaluasi adalah PPNPNS tenaga pendukung administrasi dan tenaga pelaksana teknis di Sekertariat Bawaslu.

“Pelaksanaan evaluasi PPNPNS bagi Sekertariat Bawaslu Kabupaten/Kota dilaksanakan tanggal 21 Januari 2020 secara serentak di masing-masing Kantor Bawaslu.” Kata Kamil saat memonitoring pelaksanaan tes

Untuk materi evaluasinya, menurut Kamil  mulai dari tes tertulis meliputi materi umum dan kepemiluan, penilaian atasan langsung dan tidak langsung meliputi materi penilaian kinerja dan perilaku. Sementara Bobot penilaian evaluasi PPNPNS yakni tes tertulis 50 persen dan penilaian atasan langsung dan tidak langsung sebesar 50 persen,” kata sekertaris Bawaslu Halsel ini.

Ia menjelaskan bentuk pelaksanaan evaluasinya sendiri yaitu Pejabat struktural memfasilitasi proses pelaksanaan evaluasi PPNPNS, tes tertulis online dengan menggunakan aplikasi Socrative dan penilaian dari atasan langsung dan tidak langsung dengan menggunakan aplikasi google form.

“Jadi untuk akumulasi dari tes tertulis dan penilaian atasan langsung dan tidak langsung  dari 0 sampai 59 itu tidak memenuhi syarat (TMS) namun untuk akumulasi dan nilai diatas  60 hingga 100 dinyatakan memenuhi syarat (MS),” jelas Kamil

Sementara, Ketua Bawaslu yang juga Koordinator Divisi SDM, Organisasi Dan Data Informasi, Kahar Yasim,menambahkan seleksi ini menggunakan sistem CAT dengan metode Socrative dan berlaku di seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota maupun Provinsi di seluruh Indonesia.

“Untuk Bawaslu Halsel kita sudah melaksanakannya” tutup Kahar

(HUMS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *